Telkomsel Investasi ke PT Gojek Indonesia Rp 2,1 Triliun

Perusahaan telekomunikasi selular papan atas di Indonesia, yakni Telkomsel telah investasi ke PT Gojek Indonesia sebesar 2,1 triliun rupiah. PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) telah mengumumkan investasinya ke PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek) senilai US$150 juta tersebut kepada otoritas korporasi.

 

Direktur Utama PT Telekomunikasi Selular Setyanto Hantoro membenarkan adanya realisasi kesepakatan investasi Telkomsel ke Gojek senilai US$150 juta atau sekitar Rp2,1 triliun yang sudah ditandatangani sebelumnya (26/11).

 

Sekedar catatan dari blog ojek online hari ini, Gojek terakhir ada memperoleh pendanaan sekitar Juni 2020 lalu dari Google, Tencent, Facebook dan Paypal. Selain itu, pada Maret 2020, Gojek sempat juga mendapat pendanaan dari saham seri F senilai US$1,2 miliar. Dimana saat itu pendanaan itu dipimpin oleh Mitsubishi Corporation, Mitsubishi Motors, Mitsubishi UFJ Financial Group, dan Visa. Prioritas pendanaan tersebut dimanfaatkan untuk mendorong digitalisasi UMKM di Tanah Air.

 

Adapun kinerja bisnis yang dijalankan PT Telkomsel pada kuartal III/2020 tercatat mengantongi pendapatan usaha senilai Rp21,12 triliun dengan jumlah pelanggan sekitar 170 juta.

 

Baca juga: Paket Internet Terbaik Untuk Gojek Driver

 

Sebelumnya, dikabarkan dari strategi investasi yang sudah dijalankan Gojek diprediksi akan mendapatkan keuntungan dari banyaknya pelanggan Telkomsel dan Telkomsel sendiri dapat memanfaatkan terwujudnya ekosistem Gojek ke depan dengan para pengguna nya.

 

Sementara Andre Soelistyo, Co-CEO Gojek Group, mengatakan dana tersebut akan dimanfaatkan korporasi dalam memperkuat layanan digitalnya, mendorong inovasi dan mempercepat inovasi produk baru, serta meningkatkan kenyamanan bagi para pengguna ojol ride hailing dan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

 

Keuntungan Investasi Telkomsel di Gojek

Adanya keputusan Telkomsel berinvestasi di Gojek dinilai banyak ahli bisnis sebagai satu kebijakan strategis di masa pandemi Covid19. Satu keputusan yang tidak sekedar menguntungkan perusahaan dari sisi ekonomi, namun juga menjadi momentum penting dalam meningkatkan ekonomi digital nasional. Keuntungan bagi Telkomsel adalah untuk memperkuat ekosistem dari anak usaha PT Telkom dengan cara memanfaatkan jaringan yang sudah terbangun baik di Gojek. Sebab perusahaan bisnis ojek online ini bukan perusahaan digital kecil.

 

Sedangkan Gojek selain diuntungkan dengan masuknya dana segar dari Telkomsel, juga bisa lebih memperluas lagi ekosistem dalam bisnis transportasi online di Asia Tenggara. Gojek bukan perusahaan digital kecil dan sudah berhasil dapat dana dari perusahaan teknologi kelas dunia, seperti Facebook, Google, Tencent, dan investor lainnya.

 

Sebagaimana diketahui, pengguna aktif Gojek sangat besar dengan catatan tripbisnis.com berkisar 38 juta pengguna aktif setiap bulannya di seluruh Asia Tenggara. Hal ini tentu saja akan memberikan keuntungan besar bagi Telkomsel untuk memperluas produk teknologinya, seperti pembayaran dengan uang elektronik dari platform LinkAja yang akan terintegrasi dengan layanan pembayaran di aplikasi Gojek, pembelian pulsa dan paket internet.

 

Baca juga: Cara Bayar Gojek Dengan LinkAja

 

Selain itu, keputusan Telkomsel investasi ke Gojek tentu saja atas restu dari perusahaan induknya, yaitu PT Telkom Tbk yang juga di apresiasi pasar global. Faktanya saham Telkom langsung menjadi incaran investor setelah pengumuman investasi tersebut dirilis ke publik.

 

Patut diberikan standing applause buat Gojek yang masih mampu meraih pendanaan, bahkan di tengah situasi pandemi. Tripbisnis.com menilai bahwa investasi sebesar Rp 2 triliun lebih bisa untuk menjadikan nya sebagai bahan bakar korporasi. Serta juga sebagai benefit bagi Gojek untuk pengembangan aplikasinya di masa depan.

 

Artinya, Gojek lebih bisa memaksimalkan pengguna layanan Telkomsel untuk kebutuhan ekspansi pengembangan bisnis Gojek. Karena sinergi industri digital dengan industri telekomunikasi sangat cocok. Kecocokan ini dipandang lebih strategis mengingat keduanya merupakan produk dalam negeri, sehingga akan membantu penguatan dan percepatan ekosistem ekonomi pada industri digital nasional.

 

Intinya, kolaborasi strategis dan kerja sama ini akan menjangkau ratusan juta masyarakat Indonesia, termasuk konsumen, mitra driver dan mitra UMKM sebagai Gojek merchant supaya ikut andil menikmati manfaat dari ekonomi digital yang terkemas di dalam aplikasi transportasi online kebanggaan Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *