Teknologi Geofencing Bisa Buat Driver Ojol Tak Dapat Orderan Jika Berkerumun

Pengemudi (driver) ojek online bakal tak dapat order bila nekat kumpul. Hal ini mungkin akan diterapkan oleh perusahaan penyedia ojek online melalui penggunaan teknologi informasi geofencing.

 

Penerapan teknologi informasi geofencing diminta oleh Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo, ‘perusahaan aplikasi wajib menerapkan teknologi informasi Geofencing agar pengemudi ojol yang masih berkerumun dan tak menerapkan protokol kesehatan tidak mendapatkan order.’

 

Artinya, pasca Jakarta PSBB maka seluruh driver ojek online dan ojek pangkalan dilarang keras untuk berkerumun lebih dari 5 (lima )orang. Selain itu, harus tetap patuh untuh menjaga jarak minimal dua meter.

 

Kebijakan tersebut baru dikeluarkan oleh Kadis Syafrin melalui Surat Keputusan (SK) Nomor 156 Tahun 2020 tentang petunjuk teknis (Juknis) Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) bidang transportasi.

 

Salah satu isi SK tersebut, secara tegas menyatakan: ‘agar pengemudi yang berkerumun pada satu titik lokasi tidak mendapatkan order perjalanan penumpang.’

 

Kadis Syafrin meminta perusahaan aplikasi ojol dan pengemudi ojek menerapkan protokol kesehatan. Apabila nanti dilapangan ditemukan pengemudi sampai berkerumun lebih dari lima orang dan lalai menjaga jarak, serta perusahaan aplikasi masih memberikan order kepada ojol yang melanggar protokol kesehatan, maka kedepan ojek online akan dilarang untuk mengangkut penumpang. ‘Maka dilakukan pelarangan kegiatan pengangkutan penumpang,’ ungkapnya.

 

Sebelumnya, saat pemberlakuan PSBB tahap I awal April lalu, perusahaan Grab dan Gojek menonaktifkan layanan transportasi roda dua (R2) untuk mengangkut penummpang (goride dan grabbike). Simbol sepeda motor sempat hilang pada aplikasi kedua perusahaan tersebut.

 

Perusahaan ojol Gojek dan Grab kembali mengaktifkan layanan GoRide dan GrabBike pada 8 Juni 2020, setelah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengeluarkan aturan Pergub Nomor 51 tahun 2020, yang salah satunya mengizinkan ojek online dapat kembali membawa penumpang.

 

Baca juga: Hadapi Jakarta PSBB, Gojek Andalkan GoSend dan GoFood

 

Sebagai informasi, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali menarik rem darurat berupa penerapan PSBB total usai kasus positif COVID-19 semakin meningkat dan sudah mulai sulit dikendalikan. Sehingga, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kembali menerapkan PSBB total yang mulai efektif berlaku 14 September 2020.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *