Strategi Marketing Transportasi ‘Ojek’ Online

Pertumbuhan ojek online (ojol) dan perusahaan transportasi berbasis layanan aplikasi (apk) yang marak di Indonesia, menjadi satu indikator bahwa bisnis ini masih sangat menjanjikan dan menghasilkan keuntungan besar.

 

Di sisi lain, jumlah ojol yang terus bertambah mengakibatkan semakin ketat persaingan hingga harus membutuhkan strategi marketing spesialis ojek online (baik sepeda motor/R2 maupun mobil/R4). Semua akibat transportasi online sudah menjadi kebutuhan pokok tidak hanya di kota metropolitan melainkan juga di beberapa kota/kabupaten.

 

Terjadi pergeseran pasar atas kebutuhan angkutan umum hingga membuat masyarakat akhirnya beralih pada jasa transportasi online disebabkan pengusaha transportasi umum berbasis konvensional masih mempertahankan strategi marketing lama yang tidak memanfaatkan teknologi digital. Hal inilah yang terjadi pada beberapa penyedia jasa layanan industri angkutan umum atau perusahaan taksi yang tergeser keberadaannya dan kalah bersaing dengan transportasi online.

 

Harus diakui, Indonesia sudah memasuki era digital yang berorientasi pada industri e-bisnis dan atau e-commerce. Artinya, siapapun bisa menjadi pengusaha dan entrepreneur dengan memilih berbagai model bisnis yang dijalankan dengan mengadopsi penggunaan digital. Khususnya berbagai contoh bisnis yang berbasis pada internet dan teknologi canggih lainnya. Akhirnya kondisi ini akan membuat konsumen semakin terbiasa dengan ide-ide bisnis kekinian yang dirintis oleh beberapa orang dengan memanfaatkan jaringan internet.

 

Namun, agar bisa terus bertahan dan keberlangsungan ekonomi digital bisa bersaing di pasar ekonomi global, para pengusaha harus secara terus menerus melakukan inovasi dan progresif menghadirkan layanan terbaru yang sangat dinantikan oleh banyak orang. Inovasi ini tidak sebatas menghadirkan produk yang dapat dinikmati konsumen, melainkan juga inovasi untuk terus memperbaharui strategi marketing bisnis agar tetap cocok dengan perkembangan pasar hari ini dan esok hari.

 

Baca juga: Ojek Online yang Aktif Ngaspal di Kota Medan

 

Sebagaimana yang sudah terlihat dan dirasakan, kelebihan layanan transportasi online seperti okejek, maxim, mudigo, gojek, asiatrans, grab, indriver dan uber adalah bagaimana meramu model bisnis yang dijalankan via aplikasi (apk) bisa diterima masyarakat dan menyesuaikan kebutuhan zaman. Dalam hal ini adalah perusahaan penyedia jasa layanan ojol, semuanya bersinergi dengan internet dan engineering aplikasi iOs dan Android.

 

Lalu, strategi marketing apa yang tepat digunakan sehingga bisnis ojek online yang dijalankan bisa berhasil? Analisa tripbisnis.com yang berkecimpung di media informasi ojek online hari ini, setidaknya ada 5 strategi jitu yang telah dijalankan perusahaan transportasi ‘ojek’ online, yaitu:

 

1) Mengutamakan Kepuasan Pelanggan Ride Hailing

Pelaku bisnis transportasi online Indonesia berbasis ride hailing, telah berhasil memperkirakan kemauan pasar dan juga mau mengerti bahwa pelanggan ojol tidak hanya terbatas pada penumpang semata, melainkan adanya juga kebutuhan pengiriman barang dan dokumen, pembelian kebutuhan sehari-hari dan kebutuhan pesan antar makanan dan minuman, dan sebagainya.

 

Baca juga: Persaingan Ojol Ride Hailing Kian Memanas

 

Memang dahulu, pelaku bisnis hanya bersikap baik terhadap pembeli atau konsumen nya saja dan apabila mereka tidak membeli terkesan acuh dan tidak ramah. Nah, sekarang semuanya telah berubah. Dimana pelaku bisnis, khususnya transportasi online Indonesia mengartikan pelanggan adalah seorang rekan, tim bahkan raja. Karena hal itu, pelaku bisnis ojol harus benar-benar fokus pada customer dan masyarakat umum pengguna jasa. Mereka pun harus menyadari bahwa pasar menginginkan mereka menjadi prioritas dan skala kebutuhan perusahaan.

 

Setidaknya, hal inilah yang dilakukan secara komprehensif oleh penyedia jasa transportasi ‘ojek’ online ride hailing di Indonesia, seperti okejek, maxim, mudigo, gojek, asiatrans, grab, indriver dan uber dalam melihat kondisi pasar ride hailing yang terjadi saat ini di seluruh dunia tak hanya di Indonesia saja.

 

Selama ini, mungkin banyak pelanggan menghabiskan waktu di halte untuk menunggu angkutan umum datang, atau mereka naik taxi dengan pengemudi yang kurang ramah, ugal-ugalan dan customer tidak merasa nyaman sama sekali selama diperjalanan. Hal inilah yang membuat banyak customer dikecewakan dan tidak menggunakan angkutan umum tersebut di hari berikutnya.

 

2) Harga yang Pasti

Kemajuan pelaku bisnis dunia maya salah satunya dikarenakan berhasil memberikan informasi secara jelas, pasti dan pelanggan sudah mengetahui harga produk atau jasa sejak awal sebelum melakukan pemesanan. Tips pencantuman informasi seperti ini, tidak lagi membuat mereka merasa gelisah dengan harga yang diberikan karena sudah jelas dan pasti.

 

Nah, kecenderungan masyarakat yang hidup di era digital terlebih dahulu sudah melakukan observasi berkelanjutan sebelum melakukan sebuah transaksi. Sehingga, hal utama yang diperlukan adalah kenali cermati harga sebuah produk dan tentu tanpa adanya cacat sesuai yang mereka minta, serta adanya tips layanan ramah dan murah senyum.

 

3) Fokus pada Perbaikan

Keberhasilan transportasi ojek online dalam merebut pasar merupakan angkutan umum, hal yang patut di apresiasi. Walaupun di beberapa kota, perjuangan untuk merintis layanan berbasis ojek online tersebut banyak ditentang, tetapi kondisi saat ini ojol telah merambat kesemua sektor. Bahkan beberapa perusahaan seperti okejek, maxim, mudigo, gojek, asiatrans, grab, indriver dan uber tidak hanya menyediakan layanan jasa mengantar penumpang. Namun, sudah memberikan solusi bagi warga masyarakat Indonesia untuk mengatasi berbagai kebutuhan hidup.

 

Bayangkan, sudah jutaan orang jadi pengemudi (driver), ratusan ribu merchandise dan puluhan juta orang telah mengunduh dan menikmati layanan yang mereka berikan. Bisa dikatakan, beberapa perusahaan startup berbasis ojol yang didirikan banyak yang sudah listing di bursa efek, bahkan ada yang sudah berhasil ‘menggondol’ kategori jadi perusahaan unicorn dan decacorn.

 

Baca juga: Cara Daftar Okejack Driver dan Mitra Okefood Okejek

 

Selain itu, startup terbesar di Indonesia, yakni gojek dalam proses perbaikan teknologi dan pengembangan platform inovasi telah berhasil menyediakan setidaknya 15 jasa layanan yang dapat dinikmati masyarakat, mulai dari Go-Ride, Go-Car, Go-Food, Go-Send, Go-Mart, Go-Box, Go-Massage, Go-Clean, Go-Glam, Go-Tix, Go-Busway, Go-Pay, Go-Med, Go-Auto dan yang terbaru adalah layanan Go-Pulsa.

 

Nah, akibat perbaikan dan pengembangan platform layanan yang dilakukan terus menerus ini. Banyak perusahaan transportasi ride hailing berbasis online telah berhasil meningkatkan daya saing mereka dan meninggalkan pola-pola bisnis konvensional yang usang ditelan zaman.

 

4) Peka atas Kebutuhan Pasar

Peka dan responsif terhadap kebutuhan pasar terutama pada situasi yang berjalan ‘tren’ saat ini adalah hal yang sangat diperlukan dalam membangun bisnis ojol. Dalam hal ini, ‘Business Owner’ mempunyai peran penting dalam menentukan arah strategi perusahaan ke depan. Sehingga owner harus membuktikan bahwa dirinya mampu membawa perusahaan bergerak ke arah yang lebih signifikan.

 

Kamu pun bisa melihat bisnis aplikasi, seperti okejek, maxim, mudigo, gojek, asiatrans, grab, indriver dan uber adalah bisnis yang telah teruji membuka lapangan kerja (bagi pengemudi/driver, ukm (merchadise kuliner), menyerap pekerja baru bagi tenaga IT dan marketer, dan terakhir menjadi solusi pintar terhadap kondisi kebutuhan masyarakat milenial saat ini.

 

Baca juga: Cara Pendaftaran Maxim Driver Transportasi Ojek Online

 

5) Mengejar Kesempurnaan

Ingat, bahwa sebuah perusahaan transportasi ride hailing tidak boleh terlalu kaku terhadap suatu pendekatan bisnis global dan perubahan teknologi digital. Pasalnya, era sekarang dimana pasar terus berubah dan bisnis yang transportasi umum berbasis online sudah sangat gencar untuk berkembang dan sangat progresif menghadirkan layanan terbaru. Nah, apabila lamban dalam mengejar kesempurnaan, maka secara otomatis akan tertinggal dan berakhir dengan bangkrut (tutup).

 

Pembaharuan dan penyempurnaan sebuah bisnis harus dilakukan setiap waktu, sehingga perusahaan bisa menciptakan sebuah trend dan pola baru dalam konsumsi masyarakat yang membutuhkan jasa ojol. Benar, transportasi ‘ojek’ online bisa dikatakan telah sukses memperkenalkan model bisnis baru dengan mengkombinasikan teknologi digital dan model bisnis yang inovatif.

 

Bagi pelanggan yang menggunakan layanan transportasi berbasis aplikasi online, berarti telah lebih dulu mempertimbangkan kemudahan dibanding menggunakan angkutan umum atau ojek pangkalan (opang) yang terkadang membuat pelanggan menunggu lama, bahkan ada banyak yang kecewa dengan pelayanan dan harga yang diberlakukan.

 

Selain itu, industri yang telah memasuki era global dengan kehadiran teknologi yang semakin canggih ada ketersediaan layanan internet yang begitu mudah, maka harus bisa pula mengubah pola pikir dan memiliki strategi marketing terbaru. Hal itu menjadi pilihan dan tips yang tepat dibandingkan dengan bertahan dengan pola atau cara-cara marketing dengan teknologi yang sudah usang dan telah lama di tinggalkan orang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *