Semarak Ojek Online Indonesia Berlabuh di Timor Leste

Semarak ojek online (populer disebut ojol) selama satu dekade terakhir, telah berhasil membangun brand image yang kuat sebagai alat angkutan umum pribadi berbasis aplikasi. Ojol telah berlabuh dihati masyarakat dan menjadi pionir transportasi motor dan taxi online untuk mengantar orang, pesan antar makanan, dan mengirimkan barang/paket di Indonesia.

 

Selain itu, kehadiran ojek transportasi online ini telah membuka lowongan kerja baru yang menyerap jutaan tenaga kerja (baik formal maupun informal), seperti menjadi pengemudi/driver, jadi mitra merchant (restoran, toko, warung, cafe, dan lainnya).

 

Tentu pencapaian prestasi seperti yang kita rasakan saat ini, ada banyak tantangan dan hambatan yang dialami pelaku di bisnis ini, terutama dalam hal branding ojek online sebagai satu transportasi alternatif yang dapat di pesan via aplikasi di smartphone. Tak hanya itu, tingkat persaingan pada usaha sejenis semakin sengit dengan inovasi meluncurkan fitur layanan baru yang dapat memanjakan pengguna dalam berbagai aktivitas yang terkoneksi dengan dunia digital.

 

Melihat prospek bisnis transportasi online yang tetap cuan dan berhasil jadi perusahaan rintisan (startup) dengan aset triliunan rupiah (decacorn), tak salah bila perusahaan telekomunikasi besar berusaha untuk menanamkan sahamnya di sana. Tentu dengan harapan dapat mengembangkan ekosistem bisnis telekomunikasi dan mendapatkan keuntungan besar.

 

Salah satu perusahaan telekomunikasi yang telah berhasil tanam investasi dan berlabuh di bisnis ojek online adalah Telkom Grup. Melalui anak usahanya Telkomsel berhasil membeli sebagian saham milik PT. Gojek Indonesia sebesar Rp2,1 Triliun. Strategi korporasi yang di lakukan Telkomsel dalam rangka ingin memperkuat ekosistem usaha dengan cara memanfaatkan jaringan yang sudah terbangun apik di Gojek. Terlebih pengguna Gojek sangat besar dengan catatan sebanyak 38 juta pengguna aktif setiap bulannya di seluruh Asia Tenggara.

 

Baca juga: Mengenal Transportasi Online MyTimor di Timor Leste

 

Perluasan kolaborasi strategis yang dilakukan korporasi Telkom Grup yaitu Telkomsel sebagai pemain terbesar di industri telekomunikasi, dipastikan akan makin mampu menjangkau ratusan juta masyarakat Indonesia (termasuk konsumen, mitra driver dan mitra UMKM) ikut andil menikmati manfaat dari ekonomi digital yang berujung keuntungan buat Telkomsel.

 

Telkom (TLKM) Grup Membuat Aplikasi Mirip Gojek/Grab

Berkaca dari tingginya permintaan pasar transportasi online dari penduduk yang berada di kawasan Asia Tenggara, di baca oleh Telkom Grup (TLKM) sebagai satu prospek bisnis yang menguntungkan. Salah satu targetnya adalah negara Timor Leste (ex provinsi ke-27 Indonesia).

 

Memang, saat pandemi Covid-19 pemerintah Timor-Leste mengeluarkan satu kebijakan untuk memberlakukan ‘State Emergency‘. Maksudnya, semua kegiatan belajar dan bekerja akan dilakukan dari rumah sehingga pergerakan masyarakat menjadi sangat terbatas. Tapi hal itu bukanlah menjadi penghalang bagi Telkom Grup untuk mengembangkan sayap bisnisnya.

 

Nah, untuk menggaet pasar transportasi online yang di Timor Leste, anak usaha Telkom (TLKM) yaitu Telkomcel membuat aplikasi mirip Gojek/Grab dengan nama MyTimor. Produk digital, MyTimor adalah aplikasi motor dan taksi online untuk mengantar orang serta mengirimkan barang atau paket. Serta merupakan aplikasi transportasi online yang pertama di Timor-Leste.

 

Telkom Grup melalui Telkomcel melihat, pasar di Timor-Leste semakin berkembang dan memiliki generasi milenial yang sangat aktif dalam memanfaatkan teknologi digital. Kehadiran aplikasi MyTimor bisa menjadi aplikasi masyarakat Timor-Leste dalam masa State Emergency untuk tetap produktif melakukan kegiatan dengan aman dan praktis. Seperti melakukan perjalanan, dan pengiriman barang/paket dalam Kota Dili.

 

Baca juga: Telkomsel Investasi Rp2,1 Triliun ke PT Gojek Indonesia

 

Sepintas aplikasi ini punya kemiripan yang sama dengan Gojek/Grab. Terlihat mulai dari proses pendaftaran pengemudi/driver hingga beberapa layanan yang disediakan. Namun, Telkomcel mengklaim bahwa aplikasi MyTimor memiliki kestabilan jaringan dan user experience yang lebih baik. Melakukan proses pemesanan dan pelacakan lokasi hingga keamanan data di server di jamin aman dan lancar oleh Telkomcel, karena lokasi server berada di Timor-Leste.

 

Selain itu, aplikasi MyTimor di klaim Telkomcel adalah product innovative dan dapat digunakan oleh semua nomor operator telekomunikasi yang beroperasi di negara Timor Leste. Dengan begitu, seluruh masyarakat Timor-Leste tetap bisa melakukan aktivitas secara produktif dengan aman dan mudah di masa pandemi Covid-19 dan selama pemberlakuan State Emergency.

 

Untuk memperkuat armada dalam menjalankan MyTimor, Telkomcel sebagai perusahaan aplikator telah bekerjasama dengan Corrotrans, perusahaan lokal Timor Leste yang memiliki bidang usaha transportasi taxi berbayar. Dengan begitu akan semakin maksimal memudahkan masyarakat dalam melakukan pekerjaan ataupun kegiatan berbelanja melalui aplikasi online, melakukan pengiriman barang atau paket dokumen dengan lebih cepat, nyaman dan aman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *