Perang Tarif Bisnis Ojol di Medan Harus Dihentikan

Strategi bisnis yang lazim dilakukan perusahaan ojek online adalah promosi. Salah satunya dengan promo tarif untuk menarik konsumen sebanyak-banyaknya menggunakan aplikasi (apk) ojol. Terkadang tak terhindarkan terjadi perang promo tarif ojek online di berbagai daerah operasional, termasuk di Medan – Sumatera Utara (Sumut).

 

Blog tripbisnis.com menilai, perang promo di bisnis transportasi online tak boleh dibiarkan dan harus segera dihentikan agar persaingan usaha dapat berjalan wajar. Sebab, perang promosi berupa penawaran harga yang lebih rendah antara penyedia jasa layanan ojek online dinilai dapat menghancurkan perusahaan ojol modal kecil.

 

Di Sumut terutama Medan, tripbisnis.com mencermati masih terjadi perang promosi -terbuka-, meski Kementerian Perhubungan telah memberlakukan tarif di Sumatra Utara yang lebih tinggi dan manusiawi. Mungkin satu pertimbangan disebabkan pasca penaikan tarif ojek online yang beroperasi di wilayah Indonesia, pihak aplikator memerlukan cara dan langkah yang tepat untuk menggaet konsumen sebanyak-banyaknya.

 

Baca juga: Ojek Online di Medan – Sumut

 

Munculnya kebijakan pemerintah sebagai regulator, yaitu dengan memberlakuan tarif ojol yang terbaru disebut-sebut oleh beberapa pihak sebagai penyebab turunnya permintaan konsumen (order) karena faktor tarif menjadi sensitif dalam memengaruhi perkembangan bisnis dan pendapatan usaha.

 

Lebih lanjut, kami dari tripbisnis.com melihat perang penawaran dari aplikator memang satu sisi bisa benar menguntungkan konsumen, namun tak selamanya menjamin keberlangsungan bisnis pelaku usaha lebih terkenal dan berkembang meraup keuntungan. Dengan kata lain, perang tarif seperti ini juga akan membawa dampak negatif yang cukup signifikan bagi keberlangsungan bisnis ojol (ojek online) yang memiliki modal maupun cakupan pasar yang lebih kecil.

 

Bila perang promo tarif ini dibiarkan, tentu pada akhirnya kekuatan modal akan menjadi faktor krusial dalam persaingan terhadap bisnis aplikasi ojek online. Dimana, saat pemilik modal besar (kelas unicorn atau decacorn) menang, mengakibatkan struktur pasar bisa berubah total menjadi monopoli ketika satu perusahaan menguasai lini bisnis tertentu. Jadi, pasar ojol-nya akan berubah drastis menjadi oligopoli atau bahkan nantinya jadi monopoli.

 

Untuk itu, berbagai pihak harus mencari dan menemukan strategi tepat sebagai titik keseimbangan bisnis baru yang berkelanjutan dengan tetap mempertimbangkan berbagai aspek krusial lainnya, yakni mulai dari konsumen, mitra pengemudi atau merchant hingga regulator. Jangan sampai perang promo di bisnis ojol ini dimaknai dengan asumsi keseimbangan menurut ‘kacamata kuda’ usahanya sendiri tanpa memperdulikan penerapan sistem dan strategi persaingan usaha sehat dan keberlanjutan ekosistem usaha.

 

Baca juga: InDriver Buka Layanan Ojol Motor di Medan

 

Sebagaimana diketahui, penyesuaian tarif transportasi online diberlakukan mengacu pada Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 348 Tahun 2019 tentang Pedoman Perhitungan Biaya Jasa Penggunaan Sepeda Motor yang Digunakan untuk Kepentingan Masyarakat yang Dilakukan dengan Aplikasi.

 

Memang bila ditelaah lebih dalam, dari beleid KP 348/2019 tersebut, terdapat beberapa komponen tarif jasa yang diatur, yakni: 1) biaya jasa batas bawah; 2) biaya jasa batas atas; 3) biaya jasa minimal; dan 4) pemberlakuan zonasi.

 

Sebagai informasi, untuk bagian wilayah Sumatera Utara, adalah masuk ke dalam Zona I (Satu) dengan tarif batas bawah sebesar Rp1.850/km, tarif batas atas adalah Rp2.300/km, dan biaya jasa minimal Rp7.000 hingga sebesar Rp10.000 untuk jarak 4 km.

 

Tapi kenyataan di lapangan, beberapa aplikator ojol motor bike dan mobil taxi online di Medan dimaknai telah memasang tarif lebih murah dan kuat ditengarai telah melanggar aturan KP 348 Tahun 2019 yang berakibat pada pendapatan driver ojek online pada perusahaan ojol tertentu turun secara drastis. Bila hal ini terus dibiarkan, akan dikhawatirkan menimbulkan para predator dalam ‘perang dingin’ sesama pengemudi (driver) yang ngojek dan juga perusahaan aplikator ojek online.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *