Penghasilan - Gaji - Pendapatan Driver Ojol

Pendapatan Driver Ojol Sekarang Ini

Kini keberadaan driver ojek online (mitra ojol) sekarang sebagai satu jenis pekerjaan baru di Indonesia terasa mulai kurang menjanjikan. Jumlah aplikator dan drivernya pun terus bertambah, hingga menyebabkan persaingan makin ketat di lapangan. Tak ayal, order alias pesanan ojek pun makin sulit didapat yang berimbas pada pendapatan driver itu sendiri.

 

Hal itu dirasakan oleh mitra pengemudi Gojek, Herry M (46 tahun), saat ini ia hanya bisa dapat uang Rp 100-150 ribu/hari atau sekitar Rp 3 – 4,5 juta/bulan. Berbeda saat dulu, perusahaan dan driver ojol jumlahnya masih sedikit, dirinya bisa meraup penghasilan Rp 6-8 juta/bulan.

 

Posisi driver dan aplikator saat ini makin banyak. Dulu awal-awal munculnya ojol di tahun 2015 sampai 2018, ia sebulan bisa dapat uang Rp 8-10 juta dari ngojek. Sekarang paling maksimal Rp 3 – 4,5 juta itu juga pendapatan kotor. Sehari Rp 150 ribu, bersihnya Rp 80 – 100 ribu, ucap Herry.

 

Penghasilan - Gaji - Pendapatan Driver Ojol

 

Selain itu, penyebab lain seperti seringnya aplikasi pengguna dan juga apk driver yang error atau galat membuat ia nya makin dikit mendapatkan penumpang. Jika aplikasi error, mitra driver hanya bisa menarik 3-4 penumpang, serta peluang membuat akun gacor pun sulit dilakukan. Ya, dari penghasilan itu hanya habis untuk bensin dan operasional di jalan saat on bid seharian.

 

Sekarang ini, tidak bisa diprediksi berapa penghasilan atau gaji driver ojol Indonesia perhari, karena kalau aplikasi lagi error/galat sehari cuma bisa mendapatkan 3-4 orderan. Uang nya habis buat bensin sama minum doang di pangkalan ngetem. Kalau online, misalnya keluar jam 06.00 WIB, sampai jam 10.00 WIB kita nggak ada orderan masuk, dipastikan pendapatan pasti berkurang jauh. Soalnya waktu menarik sudah kepotong dan biaya operasional sudah keluar.

 

Baca juga: Inilah Rahasia Membuat Akun Driver Gacor Orderan

 

Memang, PT Gojek Indonesia telah menerapkan kebijakan pengurangan insentif kepada drivernya di bulan Januari 2020 lalu. Dulu insentif Rp 80.000,00 dengan skema 20 poin dalam penyelesaiannya. Saat ini, sudah tidak ada lagi insentif dan pengurangan pemotongan pun tetap sama 20% dari tarif yang langsung dipotong dari saldo driver. Pendapatan para driver pun makin terjepit, ditambah pengeluaran untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari terus melambung. Diduga kuat oleh para driver Gojek, pihak perusahaan serasa tidak peduli akan nasib dan kondisi mitranya di lapangan.

 

Awalnya ia bermitra dengan platform Gojek ini, adalah untuk merubah keadaan sedikit sejahtera. Serta menjadi driver ojol merupakan pekerjaan yang menjanjikan. Namun keadaan itu kini sudah berubah dan tidak sesuai harapan.

 

Lebih lanjut, Herry bilang, jika mau menghasilkan pendapatan yang banyak, ia dan driver lain harus bersiap diri bekerja 18 jam on bid di jalan. “Kalau dulu, jam 06.00 pagi keluar, maka jam 12.00 WIB ia bisa pulang istirahat dan makan siang. Nanti habis Ashar, dirinya baru keluar lagi sampai jam 23.00 WIB. Kini driver ojol mesti nongkrong dipinggir jalan, itupun tetap saja orderan anyep,” ucapnya.

 

Problem penurunan pendapatan sebagai driver ojol juga dirasakan pengemudi Grab_bike yang sudah bekerja 4 tahun bernama Tampubolon (51), ia mengatakan untuk mendapat gaji dari ngojol sebesar Rp 150 ribu/hari saja sangat sulit saat ini. Padahal dulu ia bisa mendapatkan lebih dari Rp 300 ribu/hari.

 

Beda jauh penghasilan, dulu mitra driver Grab Bike dalam sehari onbid bisa mengantongi Rp 300 – 500 ribu, sebulan driver ojol bisa bersih memegang Rp 6-9 juta. Kalau sekarang sehari nyari Rp 150 aja susah banget, meski sudah berpindah ngetem dan nunggu orderan masuk di tempat keramaian.

 

“Mitra ojek online (driver ojol) ini senantiasa stand by. Namun, masalah pendapatan kadang dapat, kadang lebih, kadang kurang, pokoknya nggak tentulah,” kata Tampubolon. Bagaimana tidak skema insentif (bonus pendapatan) driver Grab menurun. Dari awal 2017 sampai 2020, perubahan skema sudah dilakukan sebanyak 8 kali. Bermula pemberian insentif mulai dari Rp 120.000 hingga Rp 80.000 sebelum di rubah menjadi hitungan 1 diamond sama dengan 300 Rupiah. Untuk mendapatkan intensif ini, apabila dalam 1 hari para driver mampu mendapatkan 20 penumpang.

 

Adanya, perubahan resmi tentang pemberian intensif menjadi 300 Rupiah per orderan terjadi pada awal tahun 2021. Itu juga terjadi pada jam tertentu dan ditambah potongan biaya pemesanan Rp 1000. Pengumuman dijelaskan Grab di dalam aplikasi para mitra driver.

 

Dilemanya, saat ini susah sekali mencari orderan tarif tinggi, di tambah ada biaya potongan yang tinggi yaitu 20%. Belum lagi biaya pemesanan Rp 1000. “Pesaing ojol sudah semakin ramai, kami pun harus menambah kemitraan baru dengan platform ojol lain agar kebutuhan kami tercukupi,” tambah Tampubolon.

 

Baca juga: 11 Bisnis Sampingan Terbaik Buat Driver Ojol

 

Ia juga menjelaskan pengurangan orderan disebabkan mahasiswa dan pelajar kuliah dan belajarnya online, serta kebanyakan para pekerja yang sudah terkena PHK akibat pandemi Covid19. Saat ini perekonomian sedang kacau dan berimbas kepada pendapatan/gaji driver ojol juga. Mau tak mau, harus disiasati dengan mengerjakan bisnis sampingan.

 

Keluh kesah yang di jalani driver ojol atas penghasilan yang terus menurun ini, semakin diperparah dengan belum berakhirnya pandemi Covid-19. Adakah kepedulian mu wahai sang pemilik aplikasi ojol yang sudah mengaspal di Indonesia untuk mengatasi masalah penghasilan ini? Kami tunggu…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *