Tips Berkendara Saat Mudik Lebaran

Pak Eko Berikan Tips Berkendara Saat Mudik Lebaran 2021

Pemerintah resmi melarang aktivitas mudik Lebaran 2021 mulai tanggal 6-17 Mei. Khusus warga DKI Jakarta, pemerintah tetap menerapkan sistem aglomerasi pada beberapa wilayah serta mengizinkan bepergian di dalam kawasan terkait diantaranya Bogor, Depok, Bekasi, dan Tangerang.

 

Maksudnya, warga DKI Jakarta diizinkan mudik ke daerah tersebut, begitupun sebaliknya. Misal, orang dari Jakarta diizinkan ke Bekasi. Tapi tidak diperbolehkan sampai Karawang. Begitu pun yang di perbatasan Bogor maupun Tangerang, tidak diizinkan berpergian ke kota lain selain Jabodetabek.

 

Seandainya terpaksa harus melakukan mudik idul fitri 2021, Pak Eko memberikan beberapa tips berkendara agar tetap aman dan selamat di kampung. Di informasikan, lebaran jatuh pada tanggal 12/13 Mei, berarti para sopir yang menyetir kendaraan masih menjalani ibadah puasa Ramadhan 1442 H.

 

Tips Berkendara Saat Mudik Lebaran

 

Menurut Pak Eko, ada banyak cara yang bisa dilakukan para sopir agar tetap aman di perjalanan, salah satunya dengan mengatur gaya mengemudi atau berkendara. ‘Ketika puasa, kemampuan spasial para pemudik untuk melihat ke dalaman, jarak, kecepatan akan menurun drastis. Kemudian, waktu reaksi selama mengemudi menjadi lebih lambat,’ ujar Pak Eko.

 

Ia menyebutkan, puasa sedikit banyak akan memengaruhi fungsi kognitif dan memiliki efek langsung pada pengemudi. Misal kurangnya konsentrasi, menguap, sakit mata, dan mengantuk membuat pengendara kerap hilang konsentrasi selama nyetir. Pada kondisi tertentu, bisa tidak menyadari rambu lalu lintas atau pun marka jalan yang ada di depan.

 

Baca juga: Tips Aman Berkendara Untuk Sopir Ojek Online 

 

Belum lagi, kata dia, secara psikologis kemampuan orang yang sedang berpuasa juga cenderung kurang sabar (emosional tinggi) dan mudah mengantuk karena pola waktu tidur berubah dari biasanya

 

Untuk itu, Pak Eko menyarankan sebelum mengemudi, pemudik yang menyetir bisa terlebih dahulu melakukan power nap (tidur sebentar). ‘Kurang tidur di malam hari, akan memengaruhi kemampuan fokus pengemudi saat menjalankan aktivitas mudik lebaran. Kelelahan, juga akan mengurangi tingkat konsentrasi pengemudi dan waktu reaksi pun menjadi melamban. Maka, bisa dicoba para sopir melakukan power nap sebelum berkendara,’ kata Pak Eko.

 

Selain itu, jika merasa mengantuk saat mengemudi maka jangan memaksakan diri, segera menepi dan ambil waktu istirahat sejenak. Kemudian, akan lebih baik bila memulai perjalanan lebih awal untuk menghindari aksi ngebut dan lebih sopan, serta sabar atau tidak emosional terhadap pengguna jalan lainnya.

 

Baca juga: Cara Sopir Gocar Menjaga Emosi Saat Berpuasa

 

‘Hati-hati terhadap pengemudi lain yang kelelahan atau pesepeda, pejalan kaki atau di dekat area pasar tumpah. Amati semua rambu lalu lintas dan peraturan, hindari melakukan manuver tiba-tiba, melihat dan terlihat dengan jelas,’ ujarnya.

 

Pak Eko, juga berpesan agar pemudik yang membawa mobil memastikan semua kelengkapan kendaraan berfungsi dengan baik, misalnya untuk lampu rem dan sein, serta kesiapan ban serep maupun kunci roda dan dongkrak.

 

Selain itu, bersihkan juga kaca mobil untuk menghilangkan debu menempel yang menghalangi pandangan saat menyetir. Terakhir, jika merasa lelah sebaiknya memilih untuk menggunakan transportasi umum, misal order melalui aplikasi taksi online antar kota yang ditawarkan Maxim ojol dan InDriver ojol.

 

Baca juga: Cara Atasi Mengantuk Saat Mengemudi Taxi Online

 

Akhirnya, blog tripbisnis.com ucapkan, selamat merayakan idul fitri 1442 H/2021 M, mohon maaf lahir batin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *