Ojol Jawa Bali Berharap Tetap Bisa Narik Saat PSBB Diperketat

Adanya kebijakan baru dari Kementerian Koordinator Bidang Perekomian yang bakal memperketat kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jawa dan Bali pada 11 – 25 Januari 2021 ditanggai beragam oleh banyak pihak, termasuk mitra driver ojol / ojek online.

 

Upaya memberlakukan PSBB ini dalam rangka untuk merespons terjadinya penambahan kasus Covid-19 per minggu yang saat sekarang sudah mencapai 48.434 kasus pada Desember lalu dan 51.986 kasus pada Januari 2021.

 

‘Fasilitas umum (Fasum) dan kegiatan sosial budaya dihentikan untuk sementara waktu, dan kapasitas jam operasional untuk moda transportasi akan diatur,’ ujar Menteri Airlangga, dalam konferensi pers (6/1/2021).

 

Adanya keputusan ini, akan berdampak langsung bagi aktivitas ojek dan taksi online untuk narik. Sedikit banyak akan mempengaruhi pendapatan sejumlah ojek online. Karena itu, banyak mitra ojol yang berharap kepada pemerintah agar tetap bisa diizinkan untuk beroperasi membawa penumpang.

 

Memang, pengalaman dari pelaksanaan PSBB di Jawa – Bali sebelumnya, transortasi (ojek) online sempat dilarang oleh pemerintah untuk membawa penumpang. Tentu wajar bila mitra driver berharap, emberlakuan PSBB kali ini tidak ada lagi kebijakan yang tidak memperbolehkan ojol membawa penumpang.

 

Baca juga: Inilah Aturan Untuk Ojek dan Taxi Online di Pergub DKI Jakarta Nomor 3/2021

 

Adanya pemberlakuan kembali PSBB, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengeluarkan Pergub Nomor 3 Tahun 2021 yang mengatur tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengeluarkan Peraturan Gubernur Nomor 3 Tahun 2021 yang mengatur tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB ketat yang mulai diberlakukan pada 11-25 Januari 2021.

 

Dalam aturan tersebut, Gubernur Anies Baswedan tetap memberikan izin bagi ojek pangkalan dan ojek online (baik motor atau bike/ride, dan mobil/taxi online) untuk mengangkut penumpang selama masa PSBB transisi dengan menerapkan protokol kesehatan sebagaimana diatur dalam Pasal 24 ayat 3.

 

Terkait Pemprov DKI Jakarta tetap memberikan izin bagi ojek pangkalan dan ojek online (baik motor atau bike/ride, dan mobil/taxi online) untuk mengangkut penumpang selama PSBB, agar berlangsung aman dan nyaman mitra driver harus tetap mengalakkan protokol kesehatan kepada pengemudi maupun penumpang atau pelanggan.

 

Selain itu, untuk pencegahan Covid-19 para mitra driver juga wajib patuh pada larangan, seperti: 1) melarang pengemudi ojek berkerumun lebih dari lima orang; 2) antar pengemudi wajib menjaga jarak kendaraannya minimal satu meter; 3) perusahaan aplikasi ojek online wajib menerapkan teknologi informasi geofencing.

 

Baca juga: Teknologi Geofencing Bisa Bikin Driver Ojol Tidak Dapat Order Bila Berkerumun

 

Ingat, terhadap para pelanggar Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 3 Tahun 2021 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB ketat, akan dikenakan sanksi berupa denda Rp 50 juta. Jika pelanggaran masih diulang, maka izin angkutan akan dibekukan sementara hingga sanksi pencabutan izin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *