Ojol Boleh Batalkan Pengiriman Barang di Luar Ketentuan

Pesatnya perkembangan bisnis di Tanah Air, menjadikan jasa kurir ojek online (ojol) kini menjadi salah satu andalan bisnis kecil (UKM – UMKM) dalam pengiriman produknya ke berbagai tempat.

 

Namun, karena tarif murah dan sangat unggul dalam kecepatan antar, seringkali kurir ojol di lapangan mendapatkan permintaan pengiriman barang yang dimensi dan bobotnya kelebihan muatan atau tidak standar.

 

Bukan rahasia umum, seringkali kita melihat ojol terpaksa mengangkut barang yang memiliki ukuran dan bobot berlebih dari kapasitas dan dimensi sepeda motor. Padahal sebenarnya hal itu dilarang, karena mengindahkan keselamatan berkendara dan berpotensi besar menimbulkan kecelakaan lalu lintas.

 

Sebenarnya, kurir ojol boleh batalkan pengiriman barang yang di luar ketentuan tersebut. Mitra driver ojek online juga harus profesional mensikapinya. Jangan karena dalih terpaksa mengangkut barang tersebut karena orderan sepi (anyep) dan untuk memenuhi order dan atau takut akan terkena sanksi suspensi maupun pemutusan hubungan kemitraan (PM) sehingga menjalankan orderan.

 

Menanggapi hal itu, seorang mitra driver Gojek cabang Medan, S Silaen mengatakan bahwa sebenarnya mitra kurir (Go-Send) boleh membatalkan order apabila memang didapati barang yang akan dikirim tidak sesuai dengan syarat ketentuan atau tidak sesuai dengan deskripsi order.

 

‘Mengapa? Karena bila terjadi kecelakaan saat angkut barang-barang kategori obesitas, maka risiko order Go-Send itu sepenuhnya menjadi tanggung jawab dan ditanggung pengemudi kurir ojol yang bersangkutan,’ ucapnya, Kamis, (07/01).

 

Baca juga: Gojek Mengandalkan Go-Send dan Go-Food Saat PSBB Jakarta

 

PT Gojek sendiri pun telah banyak melakukan edukasi kepada seluruh mitra driver saat menjalankan orderan untuk selalu merujuk kepada syarat dan ketentuan dalam beroperasi. Edukasi ini disampaikan melalui berbagai saluran komunikasi resmi untuk mitra.

 

S Silaen mengimbau kepada teman-teman mitra driver kurir, bila mendapatkan order Go-Send tidak sesuai dengan deskripsi atau order angkut barang yang memiliki ukuran dan bobot berlebih dari kapasitas dan dimensi sepeda motor untuk segera melaporkan hal-hal yang tidak sesuai SOP ke tim terkait.

 

‘Jika dalam proses pengambilan barang, ternyata setelah dilihat barang yang diminta untuk diantarkan itu tidak sesuai dengan deskripsi atau melebihi dimensi yang dipersyaratkan Gojek, mitra driver dapat melakukan pembatalan langsung melalui aplikasi atau menghubungi CCU,’ jelas S Silaen.

 

Selain itu, Silaen juga mengingatkan kepada seluruh pemberi order untuk mengikuti syarat penggunaan jasa kurir barang via layanan Go-Send. Dan Gojek pun sudah memberikan informasi terkait penggunaan layanan kurirnya atau GoSend kepada pengguna lewat berbagai platform.

 

Untuk itu, diharapkan para pengguna senantiasa untuk membaca dan mengikuti seluruh syarat dan ketentuan yang berlaku sebelum menggunakan layanan GoSend. Hal ini disebabkan, pihak manajemen Gojek telah secara berkala mengkomunikasikan ketentuan pengiriman barang melalui GoSend kepada konsumen lewat berbagai saluran komunikasi, mulai dari notifikasi dan shufflecard pada aplikasi Gojek, media sosial termasuk office blog, dan email.

 

Sebenarnya kalau dicermati, syarat dan ketentuan kurir GoSend yang mengatur perkara kapasitas angkutan barang adalah mengacu pada ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2014 tentang Angkutan Jalan.

 

Dengan aturan diatas, pengiriman paket barang lewat GoSend dilakukan oleh mitra driver menggunakan sepeda motor telah ditetapkan dimensi maksimal barang yang dapat dikirim. Adapun maksimal ukuran barang yang dapat dikirim adalah 70x50x50 cm, sementara syarat maksimal berat barang adalah 20 kg.

 

Terkait itu, driver mitra kurir Go-Send dilapangan harus taat dan menerapkan syarat ketentuan tersebut untuk memastikan terjaganya keselamatan dan keamanan mitra driver bike dan para pengguna jalan lainnya selama pengiriman barang.

 

Baca juga: 9 Motor yang Terbaik Untuk Mitra Driver Ojol Wanita

 

‘Bila tetap bersikeras, akan banyak kemungkinan bahaya yang bisa menimpah kurir ojol yang mengangkut barang berkategori obesitas, seperti oleng, pecah ban, sampai patah sasis,’ kata Silaen.

 

Ingat, faktor keamanan dan keselamatan mitra-mitra driver adalah prioritas. Sehingga sudah kewajiban perusahaan ojol untuk selalu memastikan mitra-mitra terjaga keselamatan dan keamanannya dalam bertugas. Jadi, patuhi arahan Gojek bila layanan GoSend mengalami perubahan dan atau melakukan inovasi kebutuhan logistik agar dapat tetap menjadi andalan masyarakat.

 

Saya yakin, ‘GoSend juga akan terus memastikan seluruh inovasi dan pengembangan layanan dalam aplikasi difokuskan untuk memudahkan masyarakat dalam mengirimkan barang secara cepat dan aman, juga mengutamakan keselamatan kurirnya,’ ucap Silaen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *