Ojek Online Jadi Duta Pengurangan Sampah Plastik

Ojek online mendapat kepercayaan dari Pemerintah RI untuk kampanyekan penggunaan tas belanja guna ulang. Sebelumnya, pemerintah telah menargetkan pengurangan sampah 30 persen di tahun 2025. Serta, beberapa pasar di Jakarta pun terlihat mulai ramai memasang spanduk larangan penggunaan kantong plastik.

 

Hal diatas dilakukan oleh Pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sebagai langkah strategis dan solusi agar seluruh masyarakat segera menggunakan pengganti kantong plastik sekali pakai.

 

Dipilihnya ojek online sebagai duta kampanye, menurut blog tripbisnis.com disebabkan teman-teman yang bekerja sebagai driver aplikasi transportasi online ini selalu bersentuhan dengan banyak order antar pesan makanan dan minuman, order belanja di toko dan kurir barang atau pun dokumen. Sehingga sangat tepat dijadikan sebagai salah satu ujung tombak dalam upaya pengurangan sampah plastik di Indonesia.

 

Sebagaimana diketahui banyak masyarakat yang WHF menjadi satu penyebab semakin banyak pemesanan makanan dan minuman (food) secara online, dan itu sangat signifikan dalam meningkatkan sampah plastik akibat bungkus makanan. Jadi saatnya masyarakat Indonesia, khususnya ojol driver dan merchant ojek online untuk menggunakan tas belanja guna ulang.

 

Penunjukan ojol sebagai ujung tombak kampanye tas belanja guna ulang ini, mencermati penggunaan jasa layanan antar ojek meningkat dua kali lipat selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Tentu hal ini juga berkontribusi besar pada meningkatkan penggunaan sampah plastik setiap harinya.

 

Baca juga: Grab Bali Kini Hadir Dengan Kendaraan Motor Listrik

 

Blog tripbisnis.com menilai, dengan adanya kerjasama ini diharapkan dapat menurunkan penggunaan sampah plastik di Indonesia. Dimana, pemerintah sudah menerbitkan Peraturan Presiden No. 97 Tahun 2017, serta telah pula menargetkan pengurangan sampah 30 persen di tahun 2025.

 

Di samping pengurangan sampah 70 persen, itu artinya 100 persen nantinya sampah terkelola, sampah tidak terbuang begitu secara ilegal ke lingkungan. Serta kegiatan bisnis yang ada ditengah masyarakat akan sangat menunjang untuk pengurangan 30 persen lagi. Selain untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam hal mengurangi aktivitas produk bisnis yang menghasilkan sampah plastik.

 

Tentu, program yang akan dijalankan pemerintah diatas tidak maksimal bila kampanye penggunaan tas belanja guna ulang tersebut tidak didukung oleh pihak perusahaan aplikator (seperti Maxim, Okejek, Grab, Gojek, Anterin dan Gaspol Jek) yang mewajibkan seluruh mitra pengemudi, merchant dan pengguna dari platform ojek online.

 

Bahkan bila penting, perusahaan aplikator transportasi online harus agresive mengembangkan berbagai fitur kegiatan pelestarian alam dan menjaga lingkungan dari pemakaian sampah plastik. Artinya, aplikator harus memperkuat inisiatif untuk melakukan edukasi, fasilitasi dan akselerasi teknologi di ekosistem platform ojek online miliknya, sehingga inisiasi ‘no tas belanja plastik’ tersebut bisa makin memperluas jalur pengembangan sampah oleh produsen.

 

Dengan lebih dari 4 juta mitra pengemudi ojek online di seluruh Indonesia adalah partner yang terbaik dalam usaha pengurangan sampah plastik. Melalui penggunaan tas belanja guna ulang ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kelestarian lingkungan. Blog ini juga berharap agar kedepan produksi tas guna ulang ini dapat melibatkan banyaj stakeholder, misal UMKM dan komunitas difabel lokal, sehingga akan turut menstimulasi pertumbuhan ekonomi daerah dan membuka lowongan kerja baru.

 

Baca juga: 5 Inovasi Baru Gojek di Tahun 2021

 

Langkah penggunaan tas belanja guna ulang ini juga dapat memberikan edukasi mengenai urgensi, potensi dan solusi untuk permasalahan sampah plastik bagi masyarakat umum. Ditambah lebih jauh dapat meningkatkan kesadaran pengurangan penggunaan kantong plastik dalam kegiatan bisnis dan ekonomi sehari-hari. Dengan hal itu, pada akhirnya juga mampu menggerakkan industri kreatif untuk semakin banyak menciptakan produk-produk berbasis ramah lingkungan dan bisa didaur ulang, dan minat masyarakat order pesan makanan via ojol pun akan semakin meningkat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *