Ojek Online Grab di Bali, Ada yang Pakai Motor Listrik

Akhir November 2020, aplikator transportasi online decacorn yaitu grab di Provinsi Bali meluncurkan 30 ojek online yang khusus mengendarai sepeda motor listrik. Tentu hal ini patut diacungkan jempol dan keren, karena perusahaan ojol grab sangat peduli dengan kelestarian lingkungan terutama meminimalkan polusi udara melalui armada motor listrik yang di pakai para mitra ojol grab driver di Pulau Bali.

 

Sebenarnya kebijakan mulai memakai motor listrik di Bali ini adalah sebagai jawaban untuk terus memperluas penggunaan kendaraan listrik di seluruh area operasi grab Indonesia. Jadi, para pengendara ojek online grab di Bali secara resmi mulai mengendarainya untuk menjalankan order dari pengguna aplikasi (apk) grab terutama di Denpasar.

 

Bersamaan dengan peluncuran 30 ojek online yang mengendarai sepeda motor listrik, pihak manajemen grab juga meluncurkan Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) pada 7 (tuju titik di provinsi yang dijuluki ‘Pulau Dewata’ ini.

 

Langkah pro pelestarian lingkungan ini, di capai grab Bali melalui kolaborasi dan kerjasama berkelanjutan dengan berbagai pihak. Selain menggandeng PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN), grab juga turut merangkul PT. Pegadaian untuk mengembangkan strategi bisnis ojol agar sukses dengan baik.

 

Baca juga: Grab Lakukan Pelatihan UMKM di 2021

 

Blog tripbisnis.com menilai, langkah progresif ini diambil grab sekaligus untuk mendukung dan mensukseskan misi pemerintah dalam mengurangi emisi karbon (CO2) hingga 29 persen pada 2030. Nah, untuk menjalankan misi ini, perusahaan ojol grab juga telah meluncurkan peta (maps) jalan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia pada 2019 lalu.

 

Perluasan jangkauan armada motor listrik hingga ke Bali, dibuktikan langsung dengan menghadirkan KBL (Kendaraan Berbasis Listrik) dan SPBKLU di Pulau Dewata. Selain itu, tripbisnis.com mencermati, apa yang dilakukan grab ini juga untuk mendukung terbangunnya sistem Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang ramah lingkungan serta efisien.

 

Adanya motor listrik yang digunakan ojol grab ini, harus didukung dan disambut baik oleh penduduk dan Pemerintah Bali. Mengapa? Karena, visi pemerintah Bali salah satunya adalah untuk mendorong tumbuhkembang pasar dan industri kendaraan listrik di Indonesia sebagaimana yang diatur lewat Peraturan Gubernur Bali Nomor 45 dan 48 tahun 2019 mengenai Energi Bersih dan Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai.

 

Berarti hadirnya sepeda motor listrik yang diinisiasi ojek online grab ini dapat semakin mendukung alam Bali yang bersih dan bebas polusi. Serta selaras dengan kebijakan pemerintah pusat yang di canangkan oleh Presiden RI.

 

Sekadar mengingatkan, sebelumnya Presiden Joko Widodo telah menerbitkam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 55 Tahun 2019 yang berisi berbagai insentif fiskal maupun nonfiskal bagi kendaraan listrik mulai dari hybrid, plug-in hybrid, hingga listrik murni.

 

Baca juga: Order Grab-Food Bisa Bayar Pakai LinkAja

 

Pemerintah RI menargetkan 20 persen produksi lokal kendaraan dikontribusikan oleh kendaraan bermotor listrik. Ini berlaku bagi mobil maupun motor dan angka itu harus bisa dicapai hingga tahun 2025.

 

Blog tripbisnis.com mencoba melakukan riset di internet untuk mencari tahu, sejak kapan ojek online grab menggunakan kendaraan motor listrik ini. Dari riset melalui google ini, ditemukan jejak digital bahwa grab sejak 2019 lalu sudah mulai menggunakan kendaraan listrik mulai dari mobil, motor, sepeda, dan skuter. Dimana adapun merek–merek motor listrik yang digunakan adalah Hyundai, Kymco, Viar, dan Selis.

 

Pertarungan kebijakan ojek online yang mengendarai motor listrik ini, saat ini juga dimainkan oleh gojek. Ojek online gojek tidak mau kalah. Dimana, perusahaan teknologi dan transportasi online gojek tengah bersiap untuk melakukan uji coba kendaraan listrik jenis sepeda motor di dalam negeri tahun 2021 ini.

 

Hal ini merupakan bentuk dan jawaban dari realisasi atas adanya komitmen perseroan yang kuat dalam mendukung penciptaan lingkungan yang lebih ramah melalui program GoGreener. Untuk memuluskan program kendaraan motor listrik ini, pihak gojek sudah berkerja sama dengan Pertamina untuk pilot project motor listrik di Jabodetabek dengan sistem battery swap.

 

Blog tripbisnis.com melihat, pihak perusahaan gojek masih fokus pada kendaraan roda dua. Alasannya, karena teknologi yang akan diterapkan pada roda dua lebih ringan biayanya dan kebutuhan energinya lebih masuk akal jika dibandingkan motor tradisional berbahan bakar bensin.

 

Baca juga: 5 Inovasi Gojek yang Terbaru di Tahun 2021

 

Selain itu, dalam pencetusan program gojek GoGreener pihak perseroan tengah menjajaki mengembangkan uji emisi kendaraan bermotor dan Carbon Offset dengan berkerja sama dengan kementerian serta instansi terkait. Program Carbon Offset, merupakan inisiatif perseroan gojek untuk menukarkan jumlah gas karbon yang dikeluarkan oleh pengguna kendaraan bermotor, ditukar dengan penanaman pohon.

 

Namun, grab sebagai pesaing utama gojek di pasar transportasi online Asia Tenggara berani mengklaim sebagai satu-satunya perusahaan di Indonesia yang sudah menggunakan lebih dari 5.000 kendaraan listrik.

 

Berdasarkan hasil riset internal yang dilakukan perseroan ojol asal Sungapura ini, terdapat 70 persen pengemudi dan pengendara grab yang menggunakan kendaraan motor listrik merasa senang karena pendapatan mereka (driver) naik berkat biaya pengeluaran untuk beli bensin jadi berkurang.

 

Bagaimana dengan komitmen perusahaan ojek online lain, seperti maxim, gaspol-jek, bonceng, asia-trans, okejack, indriver, anterin, oncall, dan sebagainya untuk pelestarian lingkungan? Masyarakat Indonesia menunggu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *