MyTimor by Telkomcel Gojeknya Ride Hailing di Timor Leste

Anak usaha Telkom yang berada di Timor Leste, melalui Telkomcel meluncurkan MyTimor aplikasi transportasi berbasis online mirip Gojek atau Grab Timor Leste. Artinya, MyTimor by Telkomcel menjadi pionir ada gojeknya ride hailing bagi masyarakat Timor Leste (ex Provinsi Indonesia).

 

Sama seperti aplikasi ojek online Indonesia dan transportasi ride hailing luar negeri lainnya, MyTimor juga merupakan aplikasi ojek motor (MyTimor Bike) dan taksi online (MyTimor Car) untuk mengantar orang atau penumpang serta mengirim barang atau paket (jasa kurir/delivery) yang dapat di order melalui handphone/smartphone.

 

Sebagaimana diketahui, Telkomcel merupakan operator seluler di Timor Leste (dahulu Provinsi Timor Timur) milik Telkom Indonesia Internasional (Telkom Group). Telkomcel atau Telekomunikasi Indonesia (TL) SA berdiri sejak 17 September 2012 dan resmi beroperasi pada 17 Januari 2013 sebagai anak perusahaan Telekomunikasi Indonesia International (Telin).

 

Kilas Perjalanan Telkomcel di Timor Leste

Pada 27 Maret 2013, Telkomcel berhasil menembus 50 ribu pelanggan seluler dan mulai menggenjot layanan Value Added Service melalui kerja sama dengan MelOn. Di Agustus 2013, kerja sama interkoneksi dengan Timor Telecom dimulai dan berhasil memiliki 87ribu pelanggan dengan jangkauan jaringan di 13 distrik se Timor Leste, yang akhirnya 85% populasi pun telah terjangkau jaringan seluler dari Telkomcel.

 

Selanjutnya, Juli 2014 perusahaan Telkomcel ditunjuk sebagai Telecommunication Official Partner KTT CPLP 2014 di Timor- Leste, serta diresmikan Plaza Telkomcel di Distrik Oecusse yang melengkapi kehadiran plaza-plaza Telkomcel di seluruh Distrik. Pada tahun 2014 juga Telkomcel meluncurkan layanan pascabayar, membangun banyak properti mulai dari Gedung Telkomcel Data Center pertama di Timor Leste dan Telkomcel Tower Christmas Light yang pertama dan tertinggi di Timor Leste.

 

Baca juga: Semarak Ojek Online Indonesia Berlabuh di Timor Leste

 

Pada 2015, Telkomcel mulai bermain remittance dengan BNCTL, dan di tahun yang sama mulai mencatat EBITDA positif. 2016, Telkomcel ikut dalam peluncuran Timor- Leste Internet Exchange Point (TLIX) dan meresmikan Mini Plaza Telkomcel di Sub Distrik Maubisse. Selain itu pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) mulai dilakukan intensif dengan mengirimkan Manager Lokal untuk mengikuti International Kursus Pimpinan (SUSPIM) I TELIN 2016.

 

Pada tahun 2016 juga sejumlah aksi korporasi dilakukan, seperti bersama Bank Mandiri meresmikan ‘Mandiri Smart Banking System & Mandiri Mobile Banking’. Ada juga kerjasama Telkomcel dan BNCTL untuk proyek CCTV Sistem di seluruh 13 kantor BNCTL di Timor-Leste. Serta melakukan peresmian Official Timor-Leste News Agency.

 

Saat ini Telkomcel telah memiliki 500 ribu pelanggan dari sekitar 1,5 juta populasi penduduk Timor Leste. Hal ini artinya sekitar 37,5% pasar seluler Timor Leste sudah dikuasai oleh Telkomcel. Serta dari sisi infrastruktur, telah ada 260 BTS (123 eNodeB 3G dan 137 2G). Dimana lebih dari 50% dari energi yang digunakan untuk menghidupkan BTS dengan solusi energi Green yang menggunakan Solar cell dan Fuelcell energi.

 

Mengenai rentang frekuensi, Telkomcel mendapatkan lisensi di rentang frekuensi 850 Mhz, 900 Mhz, 1800 MHZ dan 2,1 GHz di Timor Leste. Saat ini Telkomcel juga telah menggelar 3G di 850 MHz dan 2,1 GHz. Sementara 4G digelar di 1.800 MHz. Lisensi diberikan untuk masa 15 tahun.

 

Melihat eksistensi di atas, kehadiran aplikasi MyTimor ini sendiri bertujuan untuk memudahkan masyarakat Timor Leste dalam aktivitas di tengah pandemi Covid-19 atau dalam masa State Emergency. Sebagai langkah awal untuk memaksimalkan layanan MyTimor Car, Telkomcel telah bekerja sama dengan Corrotrans yang merupakan perusahaan taxi loka di Timor Leste yang memiliki bidang usaha transportasi taksi berbayar.

 

Korporasi Telkom Grup melihat bahwa aplikasi ini adalah product innovative karya anak bangsa dari Telkomcel agar masyarakat Timor-Leste tetap bisa melakukan aktivitas secara produktif dengan aman dan mudah di masa pandemi COVID-19. Hal ini selaras dengan visi dan misi Telkom Group untuk menjadi pilihan utama perusahaan digital telco dalam rangka memajukan masyarakat di mana pun berada, termasuk melalui Timor Leste Transportation yang baru saja diluncurkan.

 

Baca juga: Mengenal Transportasi Online MyTimor di Timor Leste

 

Memang, jika di analisa lebih dalam bahwa aplikasi ini memiliki aspek yang sama dengan Go-Jek maupun Grab. Hal ini terlihat dari proses pendaftaran dan syarat menjadi driver hingga beberapa layanan yang tersedia di dalamnya. Sehingga banyak pendapat dari blog driver online dan blog ojek online yang mengatakan bahwa MyTimor Gojeknya Transportasi Online Timor Leste.

 

Telkomcel Timor Leste menjamin bahwa aplikasi MyTimor memiliki kestabilan jaringan yang lebih baik dalam melakukan proses-proses pemesanan dan pelacakan lokasi hingga keamanan karena lokasi server berlokasi di negara Timor Leste.

 

Selain itu, kelebihan yang ditawarkan oleh  MyTimor dapat digunakan oleh semua nomor operator telekomunikasi yang beroperasi di Timor Leste. Dengan begitu akan lebih memudahkan masyarakat dalam melakukan kegiatan ataupun berbelanja melalui aplikasi online, melakukan pengiriman barang atau paket dengan lebih mudah, nyaman, cepat dan aman.

 

Di samping itu, blog tripbisnis.com menilai bahwa kehadiran aplikasi MyTimor menjadi garda terdepan yang akan mendampingi dan mempermudah aktivitas masyarakat sehari-hari ini. Hal ini selaras dengan tujuan dari keberadaan team Telkomcel yang mampu bekerja dengan meaning and purpose. Sehingga kedepan akan menjadi perusahaan yang berhasil memberikan dampak positif bagi pembangunan inklusif dan berkelanjutan untuk negara Timor Leste melalui gojeknya Telkomcel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *