Mengenal Transportasi Online MyTimor di Timor Leste

Bila anda traveler atau sedang trip bisnis ke Timor Leste, dan butuh transportasi online yang bisa dipesan menggunakan smartphone. Silahkan pesan via MyTimor, gojeknya Timor-Leste.

 

MyTimor adalah produk digital transportasi online (mobil/taksi online dan motor/ojek online). Ini merupakan transportasi online pertama yang beroperasi di Timor Leste yang dikembangkan oleh perusahaan telekomunikasi di Timor Leste yang bernama Telkomcel.

 

Sebagaimana yang diketahui, Telkomcel merupakan satu perusahaan bagian dari Telkom Group, dimana selama ini sangat agresif berinovasi dengan mengeluarkan produk digital kekinian yang salah satunya adalah aplikasi transportasi online diberi nama MyTimor.

 

Seperti halnya aplikasi transportasi berbasis digital (populer disebut ojek online/ojol) lainnya, seperti Go-Jek, Maxim, Grab, OkeJack dan InDriver, MyTimor juga hadir dengan aplikasi ride hailing untuk motor (ojek R2) dan taxi online (R4) yang dapat diorder untuk mengantar orang serta mengirimkan barang, paket (jasa kurir). Moda transportasi online sejenis ini baru pertama kali ada di negara Timor Leste.

 

Perusahaan telekomunikasi Telkomcel sebagai aplikator-nya menilai, bahwa Timor-Leste merupakan negara yang sudah semakin berkembang dan memiliki generasi milenial yang sangat aktif dalam memanfaatkan teknologi digital di dalam moda transportasi umum.

 

Kehadiran aplikasi MyTimor ini bisa menjadi sebuah aplikasi yang dapat digunakan untuk menjawab kebutuhan masyarakat Timor-Leste dalam masa State Emergency untuk tetap produktif melakukan kegiatan apa saja dengan aman dan praktis, seperti melakukan perjalanan, dan pengiriman barang/paket dalam Kota Dili. Tak hanya masyarakat Timor-Leste yang mengenal aplikasi, para pelancong (traveler dan wisatawan) dan pelaku bisnis yang datang berkunjung ke negara tersebut bisa dengan mudah order ojek online.

 

Baca juga: 13 Aplikasi Transportasi Online Terkenal di Seluruh Dunia

 

Seperti diketahui, di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini, pemerintah Timor-Leste dalam rangka mencegah penularan Covid19 telah mengeluarkan kebijakan berupa putusan ‘State Emergency’ di mana semua kegiatan belajar dan bekerja akan dilakukan dari rumah (daring) sehingga pergerakan masyarakat menjadi sangat terbatas.

 

Menurut CEO Telkomcel, Yogi Rizkian Bahar, ‘aplikasi transportasi online ini adalah product innovative karya anak bangsa dari Telkomcel sendiri agar masyarakat di Timor-Leste tetap bisa melakukan aktivitas secara produktif dengan aman dan mudah di masa pandemi Covid-19.’

 

‘Inovasi produk digital yang diwujudkan melalui peluncuran Aplikasi MyTimor ini selaras dengan visi dan misi CEO Telkom Group, bahwa Telkom Internasional harus menjadi pilihan utama perusahaan digital telco untuk memajukan masyarakat di manapun berada’, jelas Yogi.

 

MyTimor merupakan aplikasi transportasi online yang pertama ada di Timor-Leste, dan telah dikenal oleh user experience yang lebih baik. Telkomcel dalam menjalankan aplikasi ini bekerjasama dengan Corrotrans, perusahaan lokal Timor Leste yang memiliki bidang usaha transportasi taxi berbayar.

 

Ia menambahkan, nama aplikasi MyTimor diambil dari kata ‘Hau Nia Timor’ dalam bahasa tetum, bahasa lokal Timor-Leste yang berarti ‘milik’ dengan tagline ‘Buat Hotu Ida Fasil’ yang berarti ‘semua jadi lebih mudah’. Blog tripbisnis.com sepintas melihat bahwa aplikasi ini memang benar memiliki aspek yang hampir sama dan sekelas dengan aplikasi Grab atau pun Gojek, mulai dari proses pendaftaran driver hingga beberapa fitur layanannya.

 

Telkomcel sebagai perusahaan aplikator ojol, menjamin aplikasi ojek online (ojol) MyTimor akan memiliki kestabilan jaringan yang lebih baik di dalam melakukan proses pemesanan dan pelacakan lokasi (GPS dan Google Maps) hingga keamanan data karena lokasi server-nya berada di Timor-Leste. Selain itu, kelebihan dari MyTimor dapat digunakan oleh semua nomor operator telekomunikasi yang beroperasi di Timor Leste.

 

Baca juga: Telkomsel Investasi Rp 2,1 Triliun ke Gojek Indonesia

 

‘Sebagai aplikator, Telkomcel berharap dengan adanya aplikasi transportasi online tersebut dapat memudahkan masyarakat dalam melakukan kegiatan ataupun berbelanja kebutuhan sehari-hari melalui aplikasi online, melakukan pengiriman barang atau paket (jasa delivery) dengan lebih mudah, nyaman, aman, dan cepat. Meski saat ini, aplikasi tersebut hanya melayani antar jemput pengguna MyTimor, tapi sejak awal berdiri telah menerapkan sistem pembayaran non-tunai,’ ujar Yogi Rizkian Bahar.

 

Yogi menargetkan Telkomcel MyTimor dapat melayani pesan antar makanan sekitar Maret 2021, dan Telkom Grup terus mengembangkan diri dengan berupaya menghadirkan inovasi terbaru berupa aplikasi belanja online untuk mewujudkan visi Go-Digital di Timor-Leste.

 

Harga Tarif per Kilometer MyTimor

Kami dari blog tripbisnis.com mencari tahu, berapa tarif per kilometer yang ditetapkan oleh MyTimor. Betapa terkejutnya, karena gojeknya Timor Leste ini menetapkan harga mencapai Rp15.000 per kilometer. Berbanding jauh dengan ojol di Indonesia, seperti Okejek saja masih menetapkan harga Rp5000 untuk jarak 0-2 km.

 

Baca juga: Melongok Ojek Motor CC Gede di Luar Negeri

 

Menurut CEO Telkomcel Yogi Rizkian Bahar, penetapan harga tarif per kilometer yang lebih mahal dibandingkan tarif transportasi online di Indonesia karena kehadiran MyTimor yang merupakan satu-satunya pemain transportasi online di Timor Leste. Jadi, tidak ada standar harga dan perang tarif di sana.

 

Selain itu, negara Timor Leste menggunakan mata uang Dollar Amerika Serikat (AS). Dimana, tarif per kilometer pengemudi (driver) MyTimor jika dirupiahkan sekitar Rp10.000 – Rp15.000 per kilometer. Artinya, banyak pengusaha ojol menilai bahwa secara harga lebih baik di Timor Leste dibandingkan dengan di Indonesia.

 

Memang, blog tripbisnis.com menganalisa penerapan harga per kilometer yang ditetapkan menggunakan mata uang dolar sudah sesuai standar harga dengan peraturan yang sudah diatur oleh regulator, dan Pemerintah Timor Leste pun turut terlibat aktif dalam pengaturan tarif transportasi online.

 

Yogi menargetkan MyTimor sudah dapat melayani pesan antar makanan (aplikasi MyTimor Food) pada Maret 2021. Sejak awal berdiri, MyTimor telah menerapkan sistem pembayaran nontunai (e-money/e-wallet).

 

Selain mengembangkan MyTimor, Telkomcel juga berupaya menghadirkan aplikasi belanja daring. Tetapi, aplikasi tersebut saat ini masih dalam tahap pengembangan dan belum diketahui kapan akan diluncurkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *