Melongok Ojek Online di Pasar Bisnis Iklan Digital

Kehadiran perusahaan ojek online di berbagai kabupaten/kota utama Indonesia, dipandang menjadi peluang besar dan cuan bagi para pemain iklan digital untuk memasang iklan klien-nya.

 

Transportasi online baik ride hailing atau ride sharing, selain menjadi solusi moda transportasi alternatif era milenial untuk mengurai kemacetan kota, ojek online juga membuka peluang kerja bagi masyarakat Indonesia yang pengangguran dan atau ingin menambah penghasilan.

 

Sampai April 2020, asosiasi ojek online (ojol) Gabungan Aksi Roda Dua (GARDA) Indonesia mengklaim ada lebih dari 4 juta driver ojol yang tersebar di seluruh Indonesia. Seperempat atau 1 juta dari jumlah pengemudi/sopir tersebut berada di wilayah Jabodetabek.

 

Memang angka diatas tidak valid dan hanya estimasi yang didasarkan pada catatan yang dibuat oleh GARDA. Dimana sebelumnya, pihak Gojek telah membeberkan jumlah mitra driver mereka di Indonesia, ada sebanyak 1,7 juta driver. Meski aplikator ojol lain, seperti Grab, Okejek, Indriver, Oncall, Anterin dan Maxim tidak ada melakukan share jumlah driver-nya di Indonesia.

 

Bahkan hasil riset Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) yang dipublikasikan pada Agustus 2020 mengungkapkan bahwa gojek berhasil menyumbang Rp 104,6 Triliun ke ekonomi RI pada 2019 melalui 5 (lima) layanannya, yaitu GoFood, GoPay, GoSend, GoCar dan GoRide.

 

Tentu terjadinya pencapaian angka diatas tak lepas adanya campur tangan banyak pihak terutama mitra (sebut driver dan merchant) hingga membuat tren ojek online sukses membuka peluang usaha terbaru bagi bisnis dari perusahaan penyedia iklan digital.

 

Baca juga: Info Iklan di Blog tripbisnis.com.com

 

Tiga tahun belakang ini, sering terlihat papan display, neon box, stiker dan partisi dengan materi iklan tertentu terpasang di belakang kemudi ojek online. Juga kita kerap melihat ada gambar dan video bergerak yang diputar menggunakan LCD mini yang dipasang di belakang kemudi dan atau di belakang tempat duduk motor. Seolah hal ini telah memindahkan iklan billboard dan LCD berukuran besar pada skala kecil dan berkeliling jalanan kota.

 

Melongok pemaparan data diatas, pelaku bisnis kreatif melihat ada peluang pemindahan ruang pemasangan iklan. Tentu hal itu disambut baik oleh banyak perusahaan periklanan di Indonesia yang bergerak di Digital Out Of Home (DOOH) dan Out Of Home (OOH) untuk pasang iklan dengan LCD di kendaraan bermotor roda dua (bike/ride), roda tiga (ojek bentor) dan roda empat (car).

 

Artinya, kecenderungan terjadinya memigrasikan iklan video pada kendaraan roda dua, membuat perusahaan iklan digital menggandeng aplikator dan sopir ojek online sebagai mitra strategis.

 

Tripbisnis.com mencermati, peluangnya masih sangat besar dan tetap cuan. Apalagi jika kita melongok dari data statista yang dilansir per Juni 2020, bahwasanya belanja iklan digital di Indonesia baik melalui classifieds, video, social media, banner, hingga search advertising pada tahun 2020, setelah disesuaikan dengan dampak akibat pandemi Covid-19 diprediksi meningkat sebesar US$1,5 juta (sekitar Rp 21 miliar).

 

Data dan angka diatas naik 15,15% year on year (yoy) dibandingkan Maret tahun 2019 yang mencapai US$1,3 juta (sekitar Rp 18 miliar). Kabar baiknya, pengeluaran iklan itu diperkirakan akan menunjukkan tingkat pertumbuhan tahunan, dimana kedepan akan menghasilkan volume pasar sebesar US$ 282 juta pada 2023.

 

Baca juga: 7 Peluang Usaha yang Cocok Buat Driver Ojol

 

Di masa ini, bertransformasi ke arah digital marketing berbasis kolaborasi dengan ojol pun jadi jalan keluar yang paling efektif dan berbiaya relatif lebih murah. Hal ini dikarenakan tidak semua pihak memiliki kompetensi yang sama di saat mereka harus beradaptasi dalam waktu yang cepat.

 

Peluang Penambahan Penghasilan Bagi Driver Ojol

Berdasarkan penelusuran blog tripbisnis.com terhadap mitra driver yang pernah dipasangi iklan mengungkapkan, lewat kerja sama ini sopir/pengendara ojek online bisa mendapatkan penghasilan tambahan hingga Rp 500 ribu per bulan. Pengemudi (driver) pun hanya perlu memasang sandaran iklan (billboard belakang) pada motor-nya dan mencapai jarak tertentu untuk dikonversi ke rupiah. Driver cuma perlu riding sekitar 1000-1500 Km per bulan, lalu melapor ke vendor untuk ditransfer pembayaran.

 

Tapi, sebagian berpendapat bahwa pemasangan papan iklan yang diletakkan di belakang motor tersebut, sedikit menggangu penumpang (pelanggan). Karena itu, ada banyak komplain pelanggan yang merasa kesulitan ketika naik, maupun kesempitan saat duduk karena adanya papan iklan tersebut.

 

Tapi, penting dipahami bahwa strategi iklan ini harus berinteraksi secara digital untuk menghasilkan user experience dan engaging yang unik, sehingga meningkatkan brand awareness serta interest atas produk atau jasa perusahaan yang diiklankan.

 

Berikut akan disampaikan syarat dan ketentuan bagi driver yang ditentukan oleh PT Gojek Indonesia untuk pasang iklan di kendaraan driver ojek online:

 

1) Driver GoRide aktif yang terpilih akan ditelepon oleh tim GoFleet;

2) Driver harus siapkan dokumen-dokumen berikut untuk verifikasi pendaftaran, yakni: KTP, SIM, STNK, Akun aplikasi Driver (nama dan foto pada KTP, SIM, STNK) dan akun pada aplikasi Driver harus sama. Jika tidak, maka anda tidak dapat mengikuti program;

3) Untuk sementara, sandaran iklan hanya dapat dipasang pada motor dengan tipe: Honda Beat dan Honda Vario;

4) Total minimum jarak yang harus ditempuh adalah 1.500 km/bulan;

5) Total kompensasi yang akan didapatkan Driver adalah Rp 400.000/bulan;

6) Pembayaran akan dikirimkan ke saldo deposit Driver-mu pada tanggal 10 setiap bulannya

 

Sedangkan tata cara atau mekanisme pendaftaran & program periklanan ojol ini, adalah sebagai berikut:

 

a) Jika anda merupakan Driver terpilih, maka anda pun akan mendapat telepon langsung oleh pihak GoFleet untuk menginfokan tentang program ini;

b) Datang ke lokasi pendaftaran dan pemasangan sandaran sesuai dengan yang diinformasikan pihak GoFleet melalui telepon;

c) Anda wajib membawa dokumen-dokumen yang ditentukan untuk diverifikasi oleh tim terkait saat pendaftaran;

d) Jika dokumen sudah benar dan tipe motor sesuai, akan langsung dilakukan pemasangan sandaran iklan pada motor-mu;

 

Meski pro dan kontra, kelebihan dari metode pasang iklan di ojek online ini, adalah: 1) dapat meningkatkan jangkauan dan penetrasi iklan; 2) dapat di-customize sesuai kebutuhan campaign, baik lokasi maupun jam tayang; 3) memiliki user experience yang unik; dan 4) adanya dashboard yang dipasang di mitra sopir ojek online dilengkapi dengan sistem real time monitoring untuk keperluan report terhadap pengiklan tentang cakupan waktu, jam, dan lokasi tayang yang akurat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *