Melihat Potensi Ekonomi Jasa Open Trip di Medan

Perkembangan teknologi bidang travel memunculkan beragam potensi ekonomi cuan, misal dari jasa open trip di Medan. Rutinitas pekerjaan di perkotaan Medan banyak menyita waktu dan cenderung menjadi sumber stres yang harus segera diatasi. Salah satu cara adalah dengan mengambil beberapa hari cuti untuk melakukan liburan ke berbagai destinasi wisata, misalnya ke Danau Toba atau Brastagi.

 

Namun, gambaran ideal suatu liburan bagi kaum urban terutama pekerja milenial, adalah yang tidak membutuhkan usaha ekstra dari mereka sendiri untuk mengurus akomodasi selama bepergian. Nah karena itu, kebutuhan akan bantuan biro jasa yang khusus menangani hal tersebut sangat mutlak membantu.

 

Salah satu yang marak digeluti para pebisnis di Medan adalah buka usaha jasa open trip. Open trip secara umum didefinisikan sebagai suatu wisata gabungan untuk berlibur bersama ke suatu tempat dengan rencana perjalanan yang sudah tersusun rapi dari operator perjalanan. Bahwa jasa open trip berbeda dari biro jasa travel yang ada. Jika biro jasa travel menawarkan kenyamanan, maka yang dijual jasa open trip adalah kemurahan dan komunitasnya.

 

Jika pada biro jasa travel konvensional, selepas acara tur yang diadakan, maka para peserta akan kembali ke rumah masing-masing dengan ikatan yang relatif tidak terlalu mendalam dengan sesama peserta tur yang lain. Namun di open trip, tidak tertutup kemungkinan, akan muncul suatu pertemuan lanjutan nan rutin antar sesama peserta di waktu mendatang. Bahkan, bisa muncul ide untuk mengadakan open trip dengan tujuan berbeda tetapi dengan peserta yang relatif sama.

 

Perkembangan alat komunikasi dan dunia internet yang relatif menonjolkan petualangan akan adanya nikmat kehidupan bebas dan pergaulan yang luas semakin membuka peluang bisnis jasa open trip berkembang. Seperti dunia internet yang didominasi oleh anak muda atau generasi milenial, penggemar open trip juga sebagian besar terdiri dari pecinta dunia traveling.

 

Hal ini tampak dari postingan para anak muda di media sosial yang bepergian dengan menggunakan jasa open trip ataupun biro jasa travel konvensional. Ya, semuanya menyatakan pendapat karena lebih praktis dan faktor ekonomis. Alasan lain adalah untuk menambah teman menjadi, bahkan ada yang menjadikannya sebagai ajang untuk mencari jodoh.

 

Indikator diatas menjadikan bisnis open trip masih cuan untuk digeluti. Bila ditelisik, mekanisme open trip adalah dengan menawarkan rute dan seat tertentu, serta untuk waktu yang terbatas. Kemudian jumlah peserta yang sudah ditetapkan, kalkulasi biaya bisa dilakukan dengan cukup masuk akal.

 

Misal, jika ingin melakukan perjalanan keliling Pulo Samosir dengan menggunakan mobil sewaan, biasanya biro jasa travel konvensional akan menggunakan armada yang senyaman mungkin dan tidak dipengaruhi oleh terpenuhi atau tidaknya kapasitas maksimum. Namun, tidak demikian dengan jasa open trip dimana armada yang digunakan disesuaikan dengan seat para peserta yang akan berangkat. Dengan begitu biaya bisa ditekan seminim mungkin dengan melihat perbandingan pendapatan dan pengeluaran.

 

Banyaknya usaha open trip yang menawarkan jasanya di platform media sosial, seperti facebook dan instagram maupun blog niche travel Medan yang turut menjadi salah satu alasan membuat boomingnya jasa ini. Ya, karena sebagian besar waktu kaum milenial dihabiskan bermain di platform media sosial dan browser di search engine. Sehingga, promosi bisnis di medsos sangatlah tepat.

 

Menarik dibaca: Cara Membuat Blog Niche Travel Untuk Bisnis

 

Biasanya, open trip akan membuka jasanya pada waktu-waktu tertentu dan atau di masa libur akhir pekan. Waktu menjadi faktor penentu biaya yang bisa ditekan. Contoh, jika menginginkan biaya yang relatif murah, paket liburan di saat musim hujan menjadi pilihan yang menarik. Tentunya wisata yang dilakukan tidak terlalu ekstrem karena pertimbangan cuaca.

 

Paket yang ditawarkan juga biasanya tidak jauh-jauh dari wisata kota atau wisata bukit dan lembah dengan daya tarik atraksi bersama keluarga. Untuk jasa open trip yang sudah mempunyai nama dan dikenal banyak orang, akan banyak rute yang dibuka pada saat waktu yang bersamaan. Dengan begitu, calon konsumen milenial akan mempunyai banyak pilihan yang nantinya disesuaikan dengan kantong mereka.

 

Umumnya, kisaran harga yang ditawarkan cukup terjangkau yaitu di angka Rp 100,000 sampai dengan yang termahal Rp 5,000,000 per orang. Angka jutaan biasanya banyak diberlakukan untuk kawasan yang agak jauh dari Kota Medan karena masalah wilayah dan atau transportasi.

 

Dengan melihat perkembangan yang cukup pesat ini, maka potensi ekonomi yang timbul tidak bisa diabaikan. Calon konsumen pun menunggu untuk bisa melihat dan menikmati atraksi wisata di daerah tempat-tempat wisata di Medan ataupun Sumut. Dan ini berarti pemasukan yang akan mendongkrak angka pendapatan pariwisata pemerintah daerah tempat tujuan wisata.

 

Melihat potensi diatas, pemerintah jelas tidak bisa tinggal diam melihat angka ini. Kejelian pemerintah dalam menangkap peluang harus diasah. Program kerjasama dengan jasa open trip dan para travel blogger bisa dilakukan untuk membranding. Pembukaan rute-rute baru yang menawarkan beberapa alternatif atraksi wisata lainnya bisa mengandalkan pengetahuan penduduk lokal. Hal ini secara tidak langsung bisa menjadi sarana pemberdayaan warga. Pemerintah dan waga lokal mempunyai sumberdayanya, jasa open trip punya pangsa pasarnya.

 

Selain promosi di media digital, adanya dokumentasi juga menjadi salah satu faktor yang mendongkrak jasa open trip. Dengan didukung gambaran tempat wisata yang menggiurkan disertai caption yang menggugah hasrat untuk berkunjung, membuat para penikmat perjalanan wisata tidak ragu untuk menyisihkan sebagian dana yang mereka punyai untuk salah satu rute open trip. Banyak para peserta open trip memajang foto- foto indah mereka di tempat wisata yang didatangi.

 

Proses dokumentasi ini juga membuka peluang baru bagi usaha fotografi, sehingga penting untuk menggandeng beberapa fotografi lokal dan menawarkan paket wisata sekaligus dokumentasi ala selebritis instagram atau yang biasa disebut travel selebgram. Travel selebgram dan traveling blogging saat ini sudah menjadi salah satu refrensi bagi kaum milenial dalam platform media sosial instagram dan blog. Foto candid dengan latar belakang menarik dan dipotret oleh fotografer profesional merupakan hal yang ditawarkan paket ini. Dengan harga yang bervariasi dan dimulai dari angka Rp 2 juta, calon konsumen sudah bisa mendapat paket wisata, akomodasi, tiket beserta dokumentasi sekian puluh jepretan. Tampilan ala selebgram dalam akun instagram dan sajian foto untuk konten blog pun dengan mudah bisa didapatkan.

 

Alternatif destinasi tempat wisata juga semakin luas dan tidak terbatas hanya di Medan dan Sumut saja. Paket wisata dan dokumentasi ke Timur Indonesi dengan atraksi beragam budaya menjadi populer. Jadi, mengadakan sesi pemotretan pre-maternity sangat cocok disana. Bahkan paket dokumentasi sekarang tidak terbatas hanya untuk sekedar jalan-jalan semata.

 

Sesi pre-wedding dan pre-maternity bisa juga dilakukan dengan paket ini. Pengalaman menjelajah daerah eksotis bersama-sama menjadi paket yang menarik. Apalagi ditunjang dengan dokumentasi yang memadai. Biaya juga bisa diminimalisasi dengan menggandeng fotografer lokal. Apalagi dengan kemudahan foto digital, file foto bisa dikirim secara elektronik tanpa fotografer dan jasa open trip bertatap muka secara langsung. Jasa open trip tidak perlu mengeluarkan tiket untuk fotografer dan harga yang murah dengan fasilitas lain yang bisa didapat oleh konsumen.

 

Jika kesemua potensi ini tidak bisa ditangkap oleh calon pengusaha yang berkepentingan, maka manfaat untuk warga lokal tempat wisata juga tidak bisaa dimaksimalkan. Penduduk yang bertempat tinggal di sekitar tempat wisata harus dilibatkan untuk bersama-sama menikmati keindahan sumber daya alam yang dipunyai. Kerjasama yang erat antara pemerintah, masyarakat sekitar dan jasa open trip harus semakin gencar dilakukan. Di jaman informasi yang serba cepat ini, bentuk formil dan kecenderungan struktural dari sebuah bentuk kerjasama perlu dihindari.

 

Generasi yang menjadi pangsa pasar jasa open trip ini adalah generasi milenial yang mempunyai kecepatan berpikir dan beradaptasi yang lebih dari generasi sebelumnya. Oleh karena itu, jika ada keterlambatan sedikit di isu struktural atau adanya dokumen yang tidak bisa ditandatangani oleh pejabat tertentu karena yang bersangkutan sedang ke luar kota, hal ini akan menjadi potential loss. Kesemuanya dikembalikan lagi ke peran pemerintah yang bertujuan sebagai regulator.

 

Jika pemerintah lokal berkomitmen untuk mempromosikan industri pariwisata, maka halangan struktural atau kekakuan dalam proses otorisasi perlu dirombak. Mengapa? Karena pelaku usaha jasa open trip di Medan berperan besar dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal selaku pemilik yang sebenarnya dari daerah wisata yang dijadikan rute tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *