Keuntungan Konsep Cloud Kitchen Bagi Jasa Ride Hailing

Pelaku bisnis kuliner mulai marak bergabung menjadi mitra cloud kitchen di berbagai perusahaan ride hailing Indonesia. Tentu hitungan keuntungan bila join di cloud bisnis terasa akan lebih besar bagi pebisnis kuliner.

 

Tak dipungkiri, di masa pandemi Covid19 tren cloud kitchen semakin berkembang. Nah, buat kamu yang belum tahu, cloud kitchen adalah tempat jual makanan dan minuman yang hanya melayani pesan antar. Bila di luar negeri, cloud kitchen populer disebut sebagai ‘ghost kitchen’.

 

Ya, sesuai dengan julukannya, tempat jual makan dan minuman ini hanya memiliki fasilitas dapur saja tanpa menyediakan ruangan makan untuk konsumen. Selain itu, pebisnis dengan konsep kuliner ini hanya mengandalkan jasa pengiriman online untuk mengantarkan makanan ke konsumen, baik menggunakan perusahaan ojek ride hailing (misal Go-Jek dan Grab) atau menggunakan perusahaan aplikasi jasa kurir misal MrSpeedy dan Lalamove.

 

Baca juga: Tren Cloud Kitchen Solusi Ride Hailing di Masa Pandemi Covid19

 

Di lihat dari aspek layanan delivery, maka bisnis cloud kitchen secara nyata memiliki keuntungan untuk para pebisnis transportasi berbasis aplikasi, karena dianggap mudah, efisien, aman dan cepat. Apa saja keuntungan cloud kitchen untuk pebisnis jasa pesan antar, khususnya ojek online? Simak ulasannya berikut ini.

 

1) Biaya Terjangkau

Modal usaha yang dibutuhkan untuk mitra cloud kitchen tidaklah besar. Coba bayangkan seandainya Kamu membuka restoran sendiri. Tentu akan ada banyak modal yang harus dikeluarkan. Mulai dari menyewa tempat, bayar pajak restoran, bayar gaji karyawan, biaya promosi, dan masih banyak lagi.

 

Sementara dengan cloud kitchen, Kamu hanya membutuhkan dapur tanpa ada ruang makan. Selain itu, konsep tempat makan model cloud kitchen ini juga telah bekerja sama dengan jasa pengiriman, bahkan usaha ini ada yang langsung dikelola Gojek dan Grab. Hal ini yang membuat cloud kitchen memiliki harga lebih terjangkau.

 

2) Jangkauan Pelanggan Sangat Luas

Berbeda dengan konsep membuka restoran atau tempat makan lainnya, cloud kitchen justru dapat semakin memperluas pelanggan. Selama pandemi Covid-19, banyak konsumen yang mulai memilih untuk membeli makanan dan minuman dengan memesannya secara online, terutama melalui aplikasi ojol ride hailing karena pengiriman dilakukan melalui Go-Send/Go-Food atau Grab-Express/Grab-Food.

 

Baca juga: Food Delivery Andalan Anterin, Siap Untungkan Pengemudi

 

Nah, dengan adanya cloud kitchen, tentu memudahkan Kamu dalam memperluas wilayah penjualan tanpa buka cabang fisik atau melakukan pemasaran. Selain itu, bila Kamu belum bergabung menjadi mitra merchant cloud kitchen Grab atau Gojek dapat memanfaatkan digital marketing seperti media sosial (medsos) dan Google My Business agar bisa berinteraksi dengan pelanggan lebih mudah.

 

3) Risiko Rugi yang Rendah

Cloud kitchen sangat cocok untuk diterapkan pelaku bisnis pemula. Dengan berbekal modal yang tidak terlalu mahal, Kamu bisa menjangkau calon pelanggan secara lebih luas. Coba untuk memperkenalkan produk ke konsumen dengan memanfaatkan digital marketing maupun door to door. Atau bila tak mau repot urusan marketing bisa langsung mendaftar menjadi mitra cloud kitchen yang dimiliki oleh Gojek atau Grab.

 

Baca juga: Tips Mudah Berbelanja Makanan dan Kebutuhan Via Maxim-Food dan Maxim-Shop

 

Selain itu, pelajari kebiasaan konsumen dan responnya terhadap kehadiran bisnis cloud kitchen milikmu. Dengan begitu akan terhindar dari penggunaan cara-cara yang menuntutmu akan mengeluarkan lebih banyak modal. Bisa dibilang cloud kitchen memiliki risiko yang rendah, mengingat kebiasaan konsumen yang makin beralih ke pemesanan makanan/minuman daring.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *