Jegg Boy & Girl Ojek Online Salatiga Pakai Motor Listrik

Kota Salatiga kini mempunyai ojek online bermotor listrik bernama Jegg Boy & Girl. Serasa tak mau kalah dengan industri transportasi global yang sudah mengaspal, warga Salatiga membuat transportasi ojek online lokal Jegg Boy & Girl dengan driver mayoritas perempuan.

 

Memang tak dipungkiri, adanya perkembangan teknologi telah memacu kalangan pebisnis di industri bisnis startup untuk menciptakan sarana transportasi berbasis aplikasi yang ramah lingkungan. Penggunaan motor listrik sebagai kendaraan ojol adalah wujud dari adanya tuntutan zaman yang menuntut pelestarian lingkungan.

 

Perusahaan aplikasi Jegg Boy & Girl selaku operator ojek lokal di Salatiga, melihat prospek ojol motor listrik sangat menggiurkan hingga mulai memanfaatkan sepeda motor listrik untuk memberi layanan kepada pelanggannya.

 

Berdasarkan informasi yang disampaikan oleh pengelola Jegg Boy & Girl, Sahono bahwa saat ini perusahaan Jegg Boy & Girl baru menggunakan 2 (dua) sepeda motor listrik sebagai uji coba. Nanti, pada akhir bulan Februari akan dikirim lagi 10 sepeda motor listrik sebagai bentuk kerjasama dengan PT Electric Vehicle Indonesia. Dimana, perusahaan Jegg Boy & Girl saat ini sedang melakukan proses pengurusan surat-surat, serta segala sesuatu yang berhubungan dengan persiapan operasi dan tempat-tempat untuk charger motor.

 

Baca juga: Cara Daftar GrabFood Sepeda GrabWheels Driver

 

Ingat, bahwa rata-rata charging motor listrik akan memakan waktu 5-6 jam untuk jarak tempuh 100 kilometer. Jadi, kemungkinan besar tidak setiap hari driver melakukan charging. Karena dianggap lebih irit, harga jasa ojol Jegg Boy & Girl untuk sekali jalan hanya Rp10 ribu, harga ini masih sama selama order masih di dalam Kota Salatiga.

 

Adanya kebijakan dan keputusan perusahaan menggunakan sepeda motor listrik, didasarkan pada pertimbangan bahwa ojek online bermotor listrik selain ramah lingkungan juga tarifnya lebih murah. Jika menggunakan sepeda motor berbahan bakar minyak (BBM), maka per kilometer tarifnya adalah Rp 2.000. Sedangkan bila menggunakan sepeda motor listrik, maka Jegg Boy & Girl hanya mematok tarif sebesar Rp 1.000 per kilo. Adapun yang menyebabkan tarif lebih murah ini, karena tinggal charger baterai, tanpa perlu membeli BBM.

 

Saat ini, pengemudi atau driver aktif di Jegg Boy & Girl ada 175 orang, dengan rincian 60 persen di antaranya adalah perempuan. Nah, bagi kaum perempuan sepeda motor listrik tentu lebih nyaman dikendarai, karena memang dirancang khusus tanpa suara dan desainnya lebih pas untuk dipakai perempuan. Tentu driver perempuan akan merasa lebih nyaman dengan sepeda motor listrik, lebih santai dikendarai, dan bobot motornya tidak berat.

 

Penting diketahui, saat ini pihak perusahaan Jegg Boy & Girl sedang melakukan proses rekrutmen driver khusus untuk sepeda motor listrik. Tentu dengan buka kerja sama lowongan jadi driver, maka sedikit banyaknya perusahaan aplikator ini bisa mengurangi pengangguran akibat Covid-19.

 

Baca juga: Ojek Online Grab di Bali, Ada yang Pakai Motor Listrik

 

Sebagai tambahan informasi hari ini, perusahaan ojek online Jegg Boy and Jegg Girl telah berdiri sejak 2016 yang silam dan mulai banyak dikenal pada tahun 2017. Jegg boy & jegg girl yang merupakan salah satu startup ojek online di Salatiga ini tak mau kalah dengan ojol Grab yang baru-baru ini telah menyediakan ojek online dengan motor listrik di Kota Denpasar, Bali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *