Harapan Driver Ojol Medan di 2021

Memasuki tahun 2021, berbagai harapan positif dan doa terkait perbaiki keadaan ekonomi Indonesia disektor bisnis ojek online akibat pandemi COVID-19 banyak bermunculan. Para mitra driver ojol maupun warga Medan berharap dengan kedatangan vaksin di awal tahun ini akan memberikan angin segar dan optimisme untuk segera bisa diwujudkan dalam mengendalikan wabah hingga ngojek pun jadi lancar.

 

E. Samosir (04/01) mengatakan, ‘memasuki tahun 2021, saya yakin negara kita Indonesia mampu bangkit dan akan melakukan banyak inovasi di sektor transportasi online, sehingga bisnis ojek online dapat lebih mensejahterakan, khususnya bagi para pengemudi dan mitra-nya’, katanya.

 

Pria perantau asal Kabupaten Samosir ini mulai bekerja sebagai pengemudi ojek online (ojol) Maxim sejak pertengahan tahun 2019 dan masih berstatus driver non-komunitas (dikenal dengan istilah mitra/driver single fighter). Ia memilih jadi mitra driver, karena kena PHK dari perusahaan manufaktur di Medan dan sulit mendapat pekerjaan sesuai dengan pekerjaannya selama ini.

 

Ditemui di warung kopi (warkop) Jalan Sisingamangaraja saat menunggu orderan sembari isi baterai, ia berharap penghasilan mitra driver dapat lebih meningkat dan kepatuhan terhadap protokol kesehatan makin ditingkatkan agar wabah lebih mudah dikendalikan.

 

‘Mitra driver di Medan tidak perlu pesimis menatap tahun 2021, kita harus optimis bahwa COVID-19 dapat hilang dari Indonesia dan perekonomian, serta lowongan kerja makin banyak’, pesan Samosir.

 

Ia sadar betul betapa pentingnya mengikuti protokol kesehatan baik saat bekerja ngojek online maupun ketika berada di rumah. Mitra driver dan penumpang harus patuh memakai masker, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan.

 

Seluruh pihak harus bekerja keras dan saling mengingatkan untuk memastikan tegaknya disiplin 3M (mengenakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak) dan menerapkan 3T (testing, tracing, treatment) di lapangan sebagai kunci penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia, khususnya Medan.

 

Dengan upaya seluruh pihak dalam mencegah dan mengendalikan penyebaran Covid-19 sangat penting untuk menjaga keseimbangan antara penanganan pandemi dan pemulihan ekonomi nasional.

 

‘Kepatuhan yang rendah untuk memakai masker dan menjaga jarak menjadi kontributor peningkatan penularan COVID-19 yang berdampak menaikan kasus COVID-19, sehingga dikhawatirkan dapat mengeluarkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang dapat membuat pendapatan mitra driver menurun akibat pengguna takut order ojol,’ kata Samosir.

 

Biasanya di libur panjang akhir tahun, banyak mitra driver yang pulang kampung (melakukan mudik) sehingga tidak narik ojol (offbid). Berdasarkan pengalaman, akun driver yang beberapa hari tidak aktif akan membuat akun gagu dan tidak gacor orderan lagi. Karenanya, E. Samosir menyarankan agar bersabar dan kerja keras lagi untuk melatih akun gagu menjadi akun gacor orderan.

 

Baca juga: Cara Bikin Akun Maxim Gacor Orderan

 

‘Saya imbau ke teman-teman pengemudi ojek online yang baru pulang berlibur Natal dan Tahun Baru (Nataru) dapat mempersiapkan diri untuk onbid kembali dan mobilitas sebelum dan sesudah terima orderan harus tetap menjalankan protokol kesehatan (prokes),’ saran Samosir.

 

Selain masker, mitra driver juga harus menjalankan SOP Maxim Motor (Bike), yaitu menyediakan helm bersih dan atau tutup kepala untuk penumpang agar rambutnya bersih dan tidak bau lantaran menggunakan helm yang sama dengan penumpang sebelumnya secara berulang-ulang. Penerapan 3M sudah sangat diperhatikan oleh perusahaan ride hailing Maxim, ungkap Samosir.

 

Pria 44 tahun ini juga mengeluhkan dampak pandemi yang berpengaruh pada pendapatannya sehari-hari. ‘Pendapatan saya selama pandemi sangat menurun, karena di saat pandemi orderan penumpang jadi sedikit apalagi banyak anak sekolah dan mahasiswa yang libur karena pemberlakuan Pembelajaran Jarak Jauh (belajar/kuliah online),’ keluhnya.

 

Biasanya saat sebelum pandemi, E Samosir mulai berangkat narik pukul 06.00 pagi. Tetapi semenjak pandemi ini jadwal kerja ngojeknya jadi tak menentu. Ia berharap agar perusahaan transportasi online Maxim semakin agresif mengembangkan layanan Maxim Food & Shop serta Kurir agar orderan makanan dari resto-resto merchant Maxim semakin ramai. Demikian juga dengan layanan belanja kebutuhan dan jasa kurir (delivery),’ terangnya.

 

Baca juga: Taji Ojol Rusia Melayani Indonesia di Tahun Ke-3

 

Selain itu, hal lainnya yang dikeluhkan adalah jam operasional mall dan pusat perbelanjaan maupun tempat hiburan yang lebih pendek diterapkan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota Medan. Akibatnya, jumlah orderan penumpang berkurang drastis sebab banyak toko dan atau tempat hiburan yang ada di dalam mall tutup lebih awal.

 

‘Saya berharap di tahun 2021 semoga pandemi ini segera berlalu, agar kita semua dapat bekerja normal lagi dan bisa mencari nafkah seperti sebelumnya,’ tutup mitra driver Maxim ojek online asal Rusia ini.

 

Bagaimana dengan harapan anda di tahun 2021? Silakan tulis di kolom komentar!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *