Driver Okejek Sebut Ojol Maxim Sudah Jadi Ancaman GoRide dan GrabBike

Kehadiran perusahaan rintisan (startup) ride-hailing asal Rusia, Maxim di Indonesia mulai jadi ancaman yang cukup serius atas eksistensi transportasi online moda ojek penumpang kendaraan sepeda motor yang selama ini di dominasi oleh Gojek dengan fitur GoRide dan Grab dengan layanan GrabBike.

 

Mitra driver Okejek di Medan yang populer dipanggil ‘Pak Eko’, menilai Maxim ojol jaket berwarna kuning ini secara progresif dan simultan sudah menyusun strategi khusus untuk meraup pelanggan ojek sepeda motor di Indonesia. Strategi yang nyata terlihat dari optimalisasi harga, promo yang ditawarkan, hingga ketersediaan armada dan pengemudi, maupun potongan (komisi) yang ditetapkan kepada mitra Maxim driver.

 

Memang, ada fakta beberapa waktu lalu di suatu daerah operasi Maxim terjadi konflik dan penolakan para mitra dari penyedia layanan Gojek dan Grab terkait harga dan mempersoalkan izin ataupun kantor. Adanya penolakan ini tidak membuat pamor Maxim jadi jatuh.

 

Dari informasi yang dilansir Maxim ke media sosial dan website office, Saya menilai sudah mulai fokus untuk pembenahan dan optimalisasi parameter meliputi: 1) pola hubungan penyedia dan pengendara, 2) harga, 3) promo, 4) ketersediaan, dan 5) pengembangan sistem pembayaran dengan mobile wallet, lanjut Pak Eko.

 

Baca juga: Panduan Pendaftaran Maxim Taxsee – Transportasi Online Alternatif

 

Terkait peta persaingan perusahaan ride-hailing usai Maxim ‘mengaspal’ di sejumlah kota di Indonesia terutama di Sumatera Utara (Sumut), hal ini Ia sebut bukan terjadi pada pengguna, tetapi sangat kental terjadi antar mitra driver atau pengendara.

 

Driver aktif dan terdaftar di Okejack Kreasi Indonesia dari kantor cabang Medan ini, menilai hal itu bisa dipahami dan masih wajar, karena penyedia layanan ojek online tidak memiliki armada dan alat kerja (alker) sendiri. ‘Analisa Saya, atas adanya ikatan antara penyedia dan pengendara inilah yang nantinya sangat kuat akan memengaruhi peta persaingan bisnis ojol di Indonesia.

 

Saat ini, sebagian besar pengendara masih menganggap startup decacorn yang dijuluki ‘duo ijo’ yaitu Gojek dan Grab sebagai mitra terbaik yang akan mengantar mereka ke tempat tujuan,’ ucapnya.

 

Bila ditelusuri dari keterangan resmi yang termuat di situs Maxim Indonesia, layanan ini hadir perdana di Batam yang kemudian ke Balikpapan. Selanjutnya, beroperasi sejak Juli 2018 di Jakarta, dan berada di bawah naungan PT. Teknologi Perdana Indonesia. Maxim juga pernah menerima pesanan layanan perjalanan antar kota sejak November 2018. Kemudian, di Maret 2019, perusahaan Maxim memperluas layanannya ke Yogyakarta dan Pekanbaru.

 

Untuk kota Solo, Maxim mengaspal pada April 2019, menyusul Balikpapan dan Bandar Lampung pada Juni. Lalu di bulan Agustus 2019, Maxim hadir di Denpasar. Pontianak, Banjarmasin, dan Jambi.

 

Ekspansi terus berlanjut sampai ke Singkawang, Samarinda, Bengkulu, Padang, Banda Aceh, Palembang, Medan. Dan info terakhir pada Februari 2021, Maxim membuka kantor cabang baru di Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Bodetabek).

 

Khusus di Provinsi Sumatra Utara, menurut Pak Eko saat ini Maxim tersedia di 3 kota, yaitu Medan, Pematangsiantar dan di Binjai. Artinya, masyarakat Sumut sudah bisa memesan seluruh layanan Maxim yang tersedia di aplikasi dari driver jaket kuning. Layanan dimaksud adalah: transportasi motor (Maxim Bike) dan mobil (Maxim Car & Car L) untuk para penggunanya. Ini merupakan ancaman cukup serius terutama di layanan order penumpang (bike atau ride).

 

Baca juga: Ojek Online yang Mengaspal di Medan

 

Maxim juga menyediakan 8 layanan jasa yang menjadi andalan utama bersaing dengan ojek online lain, yakni:

1) jasa pengantaran (Maxim Delivery);

2) jasa pengantaran barang kapasitas besar (Maxim Cargo);

3) jasa pencucian (Maxim Laundry);

4) jasa pembelian bahan makanan dan kebutuhan sehari-hari (Maxim Food & Shop);

5) jasa pijat (Maxim Massage & SPA);

6) jasa pembersihan (Maxim Cleaning), 7) jasa penderekan (Maxim Towing);

7) jasa menghidupkan mesin (Maxim Jump Start), dan

8) jasa penyewaan mobil dan pengemudi (Maxim Rent a Car).

 

Seluruh layanan Maxim tersebut dihadirkan untuk membantu aktivitas harian setiap penggunanya dan dapat dipesan dengan 2 (dua) cara, yaitu melalui aplikasi Maxim atau bisa melakukan pemesanan via website https://taximaxim.com/id/en/order/. Jika ingin menggunakan aplikasi Maxim, pengguna dapat mengunduhnya melalui playstore atau appstore.

 

Bila dilihat dari cara menggunakannya, driver jaket oranye ini juga menilai sangat mudah dan praktis digunakan. Pengguna hanya perlu mencantumkan lokasi, pilih layanan yang ingin dipesan, isi kolom preferensi, dan setelah itu biaya layanan dapat langsung diketahui. Biaya ini bersifat fixed price, tidak tergantung pada kondisi lalu lintas dan tidak berubah di akhir perjalanan.

 

Lahirnya Maxim bermula dari sebuah pelayanan taksi kecil di Kota Chardisk yang terletak di wilayah Pegunungan Ural, Rusia, pada tahun 2003. Didirikan oleh para insinyur muda dari Kota Kurgan yang merupakan ahli dalam bidang teknologi pembuatan dan proses produksi komputer.

 

Perusahaan rintisan ini mulai ekspansi ke negara lain di luar Rusia pada tahun 2014. Saat ini, Maxim telah membuka cabang baru di Ukraina, Kazakhstan, Georgia, Bulgaria, Tajikistan, Belarusia, Azerbaijan, Italia. Di negara Rusia sendiri, Maxim merupakan penyedia transportasi online terbesar ketiga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *