Driver Medan ‘Pak Eko’ Sorot Pengoperasian inDriver

Transportasi online inDriver beroperasi di Medan sejak 2019. Berbagai strategi pemasaran yang dikembangkan perusahaan RideSharing ini patut diacungkan jempol, hingga sanggup bersaing dengan ‘duo jaket ijo’, yang dikenal masyarakat Indonesia sebagai perusahaan ojek transportasi online.

 

Aplikasi In Driver merupakan startup perusahaan dari luar negeri yang berbasis di Rusia, dan pada 2021 ini In Driver melakukan perkenalan secara efektif dan gencar pasang iklan digital di media sosial. Tak heran, jika layanan ini baru banyak dikenal sekitar tahun 2020-2021 di Indonesia. Namun sebenarnya aplikasi ini mulai banyak peminat dan baru terlihat ramai mengaspal di tahun 2021 ini, dilihat dari jumlah pen download sekarang mencapai 70 jutaan pen-download di seluruh dunia.

 

Realitas banyaknya pen download apk inDriver, tentunya ada pertimbangan yang menarik perhatian masyarakat Indonesia, atau ada fitur-fitur unggulan dan berbeda dengan lainnya. Salah satunya adalah fitur RTD, di mana penumpang dapat menerima tawaran balik dari pengemudi yang terdekat, seperti: memilih pengemudi yang sesuai dengan keinginan mereka, berdasarkan biaya atau tarif, rating pengemudi, perkiraan waktu akan tiba, dan spesifikasi atau model kendaraan. Dengan kata lain penumpang dapat memilih penawaran tarif antar dan tujuan yang dituju. Lalu, ada beberapa opsi pengemudi dengan estimasi tarif yang sesuai akan muncul di aplikasi. Barulah penumpang akan memilih pengemudi manakah yang akan mengantarnya.

 

Keunggulan lain dari apk inDriver adalah fitur kemampuan dalam menshare lokasi GPS dan informasi perjalanan dalam waktu yang nyata dari aplikasi dengan kontak yang terpercaya, serta tombol darurat khusus yang akan bekerja efektif mengkoneksikan antara pengguna secara langsung dengan lembaga penegak hukum jika terjadi keadaan genting di jalan.

 

Tak ayal, persaingan sengit dan ‘perang dingin’ terutama pada mitra driver di lapangan dalam merebut pasar dan customer ojol pun tak dapat dihindari. Selain itu, dinamika penolakan dan dukungan atas pengoperasian startup asal Rusia ini pun kerap terjadi di berbagai kabupaten kota di Indonesia. Warga net di berbagai media sosial pun ikut memberikan komentar ‘nyeleneh’ menyoroti pengoperasian inDriver. Jadilah inDriver sebagai salah satu aplikasi transportasi yang tren dan ramai di bahas masyarakat.

 

Hal itu diungkapkan salah seorang driver Okejek Kreasi Indonesia kantor cabang Medan yang populer di panggil Pak Eko kepada pengelola blog tripbisnis.com, Sabtu (13/3/2021) di MMTC Jalan Pancing Medan.

 

Menurut dia, inDriver disorot karena dianggap telah menimbulkan polemik setelah mulai menguasai pasar transportasi online, baik roda dua (motor) maupun roda empat (mobil), dan menggeser dominasi empat perusahaan transportasi online Gojek, Grab, Okejack dan Maxim di beberapa kota bisnis utama.

 

Apalagi, kata Pak Eko, banyak orang yang kerap mempertanyakan apakah perusahaan aplikasi inDriver ada memungut pajak atau membayar pajak kepada pemerintah pusat atau pun pemerintah daerah di area operasinya.

 

Bila ditelaah dari peraturan yang ada, khususnya mencermati Permenhub 118 tahun 2018 Pasal 28, lanjut mitra driver berjaket oranye ini, sebenarnya ada kewajiban bagi seluruh perusahaan aplikasi transportasi online bila ekspansi di Indonesia, yaitu: 1) wajib berbadan hukum Indonesia; 2) membuka kantor cabang di setiap wilayah operasional; dan 3) menunjuk penanggung jawab cabang di setiap kota sesuai wilayah operasi.

 

Baca juga: Alamat Kantor InDriver Pusat & Call Center 24/7

 

‘Hal tersebutlah yang belum dilakukan oleh inDriver sebagai perusahaan aplikasi yang memperluas operasinya, maka terkait kontribusi pajak pun perusahaan ini disinyalir kuat tidak melaksanakan pembayarannya. Tentu hal ini sangat tidak baik bagi perusahaan asal negara Eropa yang masuk ke Indonesia, serta sangat tidak menghargai aturan hukum yang berlaku di Indonesia,’ katanya.

 

Lanjut Pak Eko, bila inDriver telah taat aturan sesuai Permenhub 118 tahun 2018 maka hal ini harus disampaikan secara terbuka ke publik. Bila belum, maka pemerintah pusat melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika harus secara terbuka mengingatkan inDriver agar dapat melakukan hal-hal yang menjadi tanggung jawab sebagai perusahaan aplikasi, bahkan bila penting menindak tegas aplikasi tersebut, misal memblokir aplikasi agar ada efek jera.

 

‘Jangan nanti masyarakat menilai pemerintah lambat dan tidak ada reaksi atau melakukan pembiaran atas terjadinya polemik pengoperasian aplikasi inDriver yang tidak memenuhi seluruh tanggung jawab nya sebagai perusahaan aplikasi transportasi online yang beroperasi di Indonesia,’ bebernya.

 

‘Adanya tindakan tegas dan nyata, baik dari pemerintah pusat atau daerah itu sangat penting, mengingat jika tidak ada kantor cabang pada kota-kota yang sudah operasi penuh, tentu akan mempersulit konsumen maupun driver dan mitra merchant andai terjadi masalah, baik aplikasinya dan permasalahan lainnya yang bisa merugikan masyarakat,’ ungkapnya.

 

Baca juga: InDriver Mountain View Perkuat Pasar Ojek di Indonesia

 

Makanya, Ia berharap pemerintah segera menyurati atau memanggil petinggi inDriver yang ada di Indonesia dan ataupun dari kantor pusat di Mountain View, California – LosAngeles, Amerika untuk dapat duduk bersama membahas penyelesaian permasalahan tersebut. Bila tetap melanggar, maka lebih baik di blokir saja agar masyarakat ojol Indonesia menjadi lebih nyaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *