Demo Maxim Driver Aceh Menuntut Kenaikan Tarif

Akibat menerapkan tarif terlalu rendah, puluhan mitra pengemudi (driver) ojek online melakukan aksi demontrasi dengan menggeruduk kantor cabang Maxim Banda Aceh. Aksi ini dilakukan para driver bike (sepeda motor) dan car (mobil) online Maxim yang beroperasi di Banda Aceh dan Aceh Besar.

 

Aksi para driver menggeruduk kantor Maxim di bilangan Batoh, Kecamatan Lueng Bata, Banda Aceh, berlangsung Jumat (27/11/2020) dengan tuntutan agar perusahaan aplikator Maxim segera menaikkan tarif dari perusahaan transportasi online asal Rusia ini. Sebanyak 60 orang driver yang ikut dalam aksi demo tersebut menagih janji pihak manajemen Maxim yang sebelumnya akan menaikkan tarif.

 

Melalui koordinator aksi demontrasi Ridha menyampaikan, ‘para driver mempertanyakan tarif yang sebelumnya telah naik per Bulan Mei 2020, tapi kembali pihak manajemen menurunkan tarif tersebut tanpa sepengetahuan driver’.

 

‘Selaku mitra kerja, sejak awal para driver sudah dijanjikan akan ada kenaikan tarif, bahkan tarif yang sudah naik di Agustus tiba-tiba turun lagi,’ kata Ridha.

 

Baca juga: Layanan Ojek Online Maxim Telah Beroperasi di Aceh

 

Hal itulah menjadi sebab memuncak kemarahan para driver Maxim Banda Aceh, juga disebabkan karena pihak manajemen sudah menjanjikan akan ada kenaikan tarif di awal November 2020. ‘Namun hingga hari ini (27/11) juga belum dinaikkan,’ ujarnya.

 

Selanjutnya Ridha menyebutkan, ‘para driver menuntut atas kenaikan pada tarif bike, food and shop, dan delivery dari Rp 4 ribu menjadi Rp 5 ribu. Sedangkan tuntutan untuk tarif car dari harga Rp 5 ribu naik menjadi Rp 7,8 ribu’.

 

‘Para driver juga menuntut kepada pihak manajemen untuk mengadakan program insentif bagi driver yang sudah extra effort (berusaha ekstra) dalam melayani konsumen setiap hari,’ jelas koordinator aksi ini.

 

Baca juga: Inilah Rute Demo Ojol ‘Frontal’ Surabaya Hari Ini

 

Akibat sejumlah tuntutan yang sudah diajukan sebelumnya tidak digubris pihak manajemen Maxim, akhirnya para driver memutuskan untuk melakukan aksi demo ke kantor perwakilan Maxim Aceh di Jl. Mr. Teuku Moh. Hasan No.77, Batoh, Kec. Lueng Bata, Kota Banda Aceh, Aceh 23245, call center 0812-1084-788. Hal ini dilakukan mengingat, ‘karena kita lihat permasalahan ini sudah tidak bisa didiskusikan lagi, padahal sebelumnya hal tersebut sudah kita sampaikan secara baik-baik ke manajemen,’ ujarnya.

 

Ridha juga mengatakan, pada demo ini jumlah driver yang ikut juga dibatasi demi menjaga ketertiban umum. Walaupun sebenarnya jumlah total para driver Maxim di Banda Aceh dan Aceh Besar mencapai 200 orang lebih yang mana seluruhnya ingin ikut.

 

Meski semua driver tidak turun dalam aksi geruduk tersebut, masih kata Ridha, para driver yang lain tetap ikut mematikan aplikasi (offbid). Artinya melakukan mogok kerja dan sebagai bentuk dukungan solidaritas Maxim driver yang memperjuangkan kenaikan tarif.

 

Baca juga: Cara Pendaftaran Maxim Driver Ojek Online

 

Ia menegaskan kepada pihak manajemen Maxim, apabila semua tuntutan tersebut tidak dipenuhi, maka semua driver siap melakukan off-drift. ‘Dan perjuangan ini akan dilanjutkan ke DPRA dan Dinas Perhubungan Aceh,’ tambahnya.

 

Perlu diketahui, sebelumnya ojek online Maxim asal Rusia ini sempat diblokir Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) pada awal 2020. Alasannya, layanan taksi online dan ojek online itu menuai kontroversi terkait penerapan tarifnya yang tidak sesuai ketentuan pemerintah.

 

Sebagaimana yang diketahui, kehadiran perusahaan bisnis transportasi online Maxim menawarkan tarif angkutan paling rendah dibanding Grab dan Gojek pada rute yang sama. Nah, atas kasus itu Kemenkominfo memblokir sementara aplikasi tersebut, sebelum akhirnya diaktifkan kembali oleh pemerintah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *