Deliver Possibilities Faster LalaMove Siap Bantu UMKM

Perusahaan jasa logistik Lalamove Indonesia meluncurkan kampanye pemasaran terbaru yang diberi nama Deliver Possibilities Faster. Keputusan menjalankan strategi kampanye ini, bertujuan untuk lebih menginspirasi para pebisnis dan pemilik usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), serta memosisikan jasa pengiriman barang Lalamove sebagai partner ideal untuk lebih bisa membantu mereka meraih kesempatan baru yang lebih baik lagi terutama di masa New Normal.

 

Kampanye ini bakal dimunculkan pada berbagai media tradisional yang ada di Indonesia, termasuk penggunaan papan reklame dan radio, dan juga di platform online misalnya media sosial, blog personal dan google ads. Untuk cepat sukses dan lebih maksimal, manajemen LalaMove akan menggandeng sejumlah micro influencer dalam menyuarakan kampanye ‘Deliver Possibilities Faster’ dan menginspirasi para pemilik bisnis menggunakan jasa delivery yang ditawarkan LalaMove.

 

Tak dipungkiri, di masa pandemik Covid-19, banyak bisnis khususnya kategori mikro dan kecil (UMKM) mengalami kesulitan dan banyak kehilangan pelanggan. Lewat kampanye ‘Deliver Possibilities Faster’ yang baru diluncurkan ini, maka seiring dengan aktivitas kehidupan di kota-kota besar Indonesia yang berangsur kembali normal, Lalamove hadir sebagai partner pengiriman terbaik dan tepercaya yang dapat membantu berbagai bisnis UMKM untuk bisa kembali bangkit dan bertahan ke depannya.

 

Kampanye ini juga ditujukan untuk menggaet pengguna baru yang membutuhkan layanan pengiriman on-demand melalui aplikasi untuk pertama kalinya. Dengan adanya vaksinasi Covid-19 yang dilakukan secara massal oleh Pemerintah RI, banyak bisnis kecil yang mulai bangkit, serta beralih mengembangkan bisnisnya ke platform digital maupun e-commerce untuk bisa tetap bertahan sebelum terbentuknya komunitas baru ekses dari virus Corona.

 

Maka, bisa dipastikan layanan pengiriman on demand dengan tarif terjangkau dan dapat diandalkan menjadi sangat penting kehadirannya di tengah pasar jasa antar barang yang sangat kompetitif di Indonesia.

 

Baca juga: Grand Max Armada Favorit di Layanan Ekspedisi Online

 

Untuk itu, Lalamove hadir dengan melihat keinginan pasar pengusaha UMKM untuk menyediakan layanan pengiriman on-demand yang efisien dan dapat diandalkan, di mana pengguna dapat terhubung dengan driver melalui aplikasi seluler dan website. Pengguna juga dapat melakukan pilihan kendaraan yang beragam untuk memungkinkan layanan pengiriman lebih fleksibel dengan skala pengiriman sesuai kebutuhan pelanggan dan budget.

 

Sekedar informasi, pasca startup logistik asal Hong Kong Lalamove mengumumkan telah memperoleh pendanaan Seri C senilai US$100 juta dari perusahaan investasi besutan Founder dan CEO Xiaomi Lei Jun, Shunwei Capital. Berawal dari sini, maka LalaMove memberanikan diri untuk melakukan ekspansi ke berbagai wilayah Asia, termasuk Indonesia menjadi salah satu destinasi pasar logistik yang dituju.

 

Sebenarnya, bila dianalisa lebih jauh dari konsep bisnis, bahwa apa yang ditawarkan Lalamove mirip dengan yang disajikan oleh platform Deliveree di Indonesia. Di mana, memungkinkan pemilik bisnis untuk memesan transportasi angkut barang, seperti truk dan motor, untuk mengantar barang ke pembeli. Artinya, jasa antar logistik akan memfasilitasi kebutuhan konsumen melalui teknologi yang belum dapat dicapai oleh pengiriman tradisional, seperti: 1) kecepatan pengiriman, 2) fulfilment, 3) skalabilitas, 4) sake day delivery, dan 5) pengiriman last-mile delivery, yaitu pengiriman barang kepada konsumen akhir.

 

Baca juga: Mr Speedy Tawarkan Fitur Same Day Delivery

 

Selain itu, sama seperti layaknya layanan on-demand yang sudah mengaspal di Indonesia, kehadiran Lalamove memberikan kesempatan baru bagi pemilik kendaraan angkutan mobil barang dan juga pemilik sepeda motor untuk menjadi mitra pengemudi atau driver, maupun kesempatan jadi merchant.

 

Maraknya penyedia platform e-logistik di Indonesia, tentu menjadi tantangan baru dan terbukanya kesempatan pada lini bisnis logistik di Indonesia. Namun, hadirnya perusahaan e-logistik juga jangan sampai mengganggu secara signifikan tatanan industri logistik yang sudah ada dan diberlakukan oleh yang lain, misalnya perusahaan transportasi ojek online RideHailing seperti Gojek dan Grab.

 

Harapan blog tripbisnis.com, jangan sampai terjadi disrupsi dalam operasional jasa antar barang ini ke depan. Meski, di satu sisi bahwa akselerasi bisnis e-commerce sangat cepat berkembang berkat optimasi teknologi dan telekomunikasi.

 

Salah satu yang sangat penting disiasati dalam kampanye e-logistik LalaMove ke depan adalah terkait dengan kualitas dan jaminan layanan yang lebih profesional. Ingat, model usaha on-demand tidak bisa sepenuhnya dikontrol oleh perusahaan, tapi terkait dengan kinerja para mitranya di lapangan, penerapan sistem seperti rating dan lainnya bisa juga prioritas yang wajib untuk di monitoring terus menerus. Sebab, menurut Kami untuk usaha logistik sendiri, selain akurasi, faktor kecepatan pengantaran barang juga sangat dibutuhkan untuk menjamin kepuasan pelanggan.

 

Baca juga: Grab Melakukan Pelatihan Bagi UMKM di 2021

 

Jangan karena berebut kue di industri logistik Indonesia yang kategori masih terbesar di Asia Tenggara, hingga membuat perusahaan Lalamove, Deliveree Indonesia, MrSpeedy, JD, JNE, Ninja Xpress, J&T, dan ojek online mengeluarkan jurus perang promo tarif dalam tiap kampanye dan strategi marketing di dunia periklanan. Atau, jangan karena saling berebut kue biaya logistik di Indonesia yang tarifnya bisa mencapai 20% dari harga barang, menjadikan biaya logistik Indonesia menjadi yang tertinggi di Asia Tenggara.

 

Penting diingat, ada sebuah efisiensi yang bisa dikerjakan dan digarap dengan bantuan teknologi e-logistik dan ini harus dimanfaatkan maksimal untuk menciptakan terjadinya persaingan bisnis jasa logistik yang sehat di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *