Driver Ojek Online Grab Cabuli Penumpang

Bikin Malu! Driver Ojol Cabuli Penumpang

Seorang mitra driver ojol atau ojek online motor (bike), Sugianto alias Putut (41) penduduk Karang Tengah, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur ditangkap oleh Satreskrim Polres Madiun. Pasalnya mitra ojol bike ini, diduga kuat melakukan perbuatan pencabulan terhadap salah seorang penumpangnya yang masih di bawah umur.

 

Info ini diperoleh dari press release yang dilakukan oleh Kapolres Madiun AKBP Jury Leonard Siahaan, Minggu (27/6/2021). Dalam siaran persnya, AKBP Jury L Siahaan mengatakan, setelah ada laporan, kami amankan pelaku berikut barang bukti yakni, pakaian korban dan pelaku serta ponsel milik tersangka.

 

”Perbuatan asusila yakni mencabuli penumpangnya dan yang bikin malu driver ojek online ini dilakukan pelaku pada hari Kamis (3/6/2021) sekitar Jam 17.30 WIB, lokasi di Alun-alun Mejayan, Caruban, Kabupaten Madiun, Jatim.”

 

Menurut Kapolres Madiun AKBP Jury Leonard Siahaan, kronologis kejadian bermula saat Sugianto yang bekerja sebagai driver ojek online ada menerima pesanan ojek online dari korban berinisial SZ (15) warga Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun. Saat itu, SZ minta agar diantarkan ke rumah temannya di Kabupaten Ngawi.

 

Driver Ojek Online Grab Cabuli Penumpang

 

Setelah sampai di lokasi sesuai dengan alamat pengantaran yang dituju pemesan, ternyata teman korban yang hendak ditemui tidak kunjung datang untuk menjemput korban di tempat yang sudah disepakati sebelumnya.

 

“Karena lama dan teman korban tidak kunjung datang untuk menjemput korban, kemudian korban meminta ke pelaku untuk mengantarkan korban kembali ke alamat penjemputan sebelumnya dengan pesanan offline yaitu menuju ke Alun-alun Mejayan,” katanya.

 

Namun, setelah sampai di tujuan dan membayar ongkos pemesanan ojek, tersangka tidak kunjung pergi, malah mengikuti korban yang lagi sendirian di Alun-alun dan kemudian mengajaknya ngobrol.

 

Baca juga: Cara Mengatasi Apl Grab Driver Error

 

Saat itulah muncul niat jahat tersangka untuk mencabuli korban dengan cara meraba payudara dan area genital. Setelah puas melampiaskan nafsu bejatnya, tersangka kemudian mengantarkan korban pulang ke rumah neneknya.

 

“Atas pencabulan ini, korban selanjutnya melapor ke Satreskrim Polres Madiun, kemudian petugas segera melakukan proses dengan menangkap pelaku. Menurut pengakuan korban, tersangka ada melakukan pengancaman hingga ia tidak berani melawan tersangka saat melakukan aksinya,” ujarnya.

 

Dalam penanganan kasus ini, sejumlah barang bukti yang disita polisi adalah handphone yang digunakan korban saat memesan ojek online, baju yang dipakai korban, baju dan jaket milik aplikasi Grab yang dipakai tersangka, serta sepeda motor Honda Beat Nopol AE 4353 LH yang saat itu digunakan untuk melancarkan aksinya mencabuli korban.

 

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, tersangka Grab driver ojol ini terancam dikenakan pasal 82 ayat (1) UU No.17 Tahun 2016 tentang perubahan kedua UU RI No. 35 Tahun 2014, tentang perubahan atas UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak. Dimana, ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 5 miliar.

 

Atas kejadian tersebut, Kapolres Madiun AKBP Jury Leonard Siahaan mengimbau dan berharap agar masyarakat lebih berhati-hati dan selalu memantau anak-anaknya saat keluar rumah untuk menghindari hal- hal yang tidak diinginkan.

 

Menanggapi perbuatan memalukan ini, seorang driver ojek online Grab Medan Boy H, mengatakan sangat menyesalkan atas adanya perbuatan asusila yang dilakukan rekannya. Sebenarnya, Grab Indonesia sangat mengutamakan kepentingan keamanan, kenyamanan, serta akan bertindak tegas atas segala tindakan kekerasan seksual, dalam penggunaan Layanan (sebagaimana didefinisikan di dalam Perjanjian pada tautan https://www.grab.com/id/terms/driver/) oleh Mitra Pengemudi (“Mitra”).

 

Menurut Boy H, sebagai Mitra dan terikat pada Perjanjian serta menggunakan Layanan dari Grab Indonesia, juga wajib mematuhi dan telah terikat pada Kode Etik (sebagaimana didefinisikan di dalam tautan https://www.grab.com/id/kodeetik/ atau melalui Aplikasi).

 

Baca juga: 10 Cara Membuat Akun GrabDriver Gacor Orderan

 

Meski orderan offline, atas dugaan tindakan asusila yang dilakukan oleh mitra Grab ini, pihak perusahaan pemberi layanan juga harus menghubungi anggota keluarga pengguna yang bersangkutan untuk menawarkan pendampingan serta memberikan dukungan penuh, apalagi korbannya anak di bawah umur yang sebelumnya sudah sukses dan order terselesaikan dengan baik via aplikasi,” sebutnya.

 

Dia menjelaskan, pihak Grab Indonesia harus melakukan penyelidikan menyeluruh untuk mengumpulkan informasi lebih lanjut mengenai kebenaran insiden tersebut. Pihak Grab harus siap bekerja sama dengan pihak berwajib apabila diperlukan untuk penyelesaian kasus ini dengan baik.

 

“Semoga ke depan perbuatan tercela dan memalukan yang dilakukan driver ojol ini tidak lagi terjadi dan tetap menjaga nama baik driver ojol,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *