Ada Apa Grab dan GoJek Garap Pasar Perbankan?

Persaingan duo startup decacorn layanan on demand, yaitu Grab dan GoJek berlomba mengarap pasar perbankan. Apakah prospek keuntungan menjalankan bisnis transportasi online ‘ride hailing’ di Tanah Air dan di kawasan Asia Tenggara sudah tidak menggiurkan? Atau prospek bisnis keuangan di sektor perbankan di prediksi sangat menguntungkan di tengah ancaman pandemi Covid19?

 

Harus diakui, persaingan layanan transportasi digital atau ride hailing semakin semarak di kawasan Asia Tenggara setelah masuk layanan dari perusahaan ojek online lainnya, yakni Maxim dan inDriver yang terkenal cukup agresif. Secara faktual, perusahaan rintisan tersebut tak hanya bersaing berebut pasar on demand untuk transportasi umum pribadi, tapi kini para penyelenggara layanan ini terlihat sangat agresif ikut masuk ke ranah pasar keuangan digital.

 

GoJek berinvestasi di PT Bank Jago Tbk (ARTO) di Indonesia, sedangkan Grab di Singapura telah menggandeng Singapore Telecommunications dan perusahaan platform internet Sea Ltd guna memenangkan lisensi untuk mengoperasikan bank digital pertama di Singapura.

 

Kiprah PT GoJek Indonesia lewat anak usaha nya PT Dompet Karya Anak Bangsa atau GoPay baru saja menambah kepemilikan saham di saham PT Bank Jago Tbk (ARTO). Dimana, sebelumnya GoJek hanya memiliki 449,14 juta lembar saham atau setara dengan 4,14% dari seluruh saham Bank Jago. Mulai hari Jumat (18/12) lalu, GoJek telah menambah kepemilikan sahamnya di Bank Jago menjadi 2,4 miliar lembar saham atau setara 22,16%.

 

Adapun jumlah saham yang dibeli sebanyak 1,956,600,000 lembar saham dengan harga pembelian Rp 1,150 per lembar saham dengan tanggal transaksi 18 Desember 2020. Hal ini terungkap dalam laporan kepemilikan atau setiap perubahan kepemilikan saham perusahaan terbuka kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Jumat (18/12) yang disampaikan Andre salah seorang petinggi Gojek.

 

Baca juga: PT Gojek Tanam Investasi di Bank Jago Sebesar Rp 2,25 Triliun

 

Tripbisnis.com menilai, agresivitas Gojek sasar saham Bank Jago merupakan satu strategi jitu untuk memperkuat ekosistem bisnis. Artinya, GoJek melalui GoPay telah memiliki pengembangan strategi bisnis ke depan hingga berani investasi ke perbankan dengan mengeluarkan dana senilai Rp 2,25 triliun untuk aksi korporasi nya.

 

Oleh sebab itu, GoPay saat ini pun berstatus sebagai pemilik 22,16% saham Bank Jago secara langsung.
Aksi korporasi Gojek ini merupakan bagian dari rencana investasi jangka panjang dan kemitraan strategis untuk mendorong percepatan inklusi keuangan di Indonesia. Meski transaksi dari aksi korporasi ini tidak mengubah pengendalian saham di PT Bank Jago Tbk.

 

Lain dengan aksi korporasi Grab, dimana diperkirakan akan mengoperasi bank digital tersebut pada 2022. Informasi ini diperoleh via pernyataan dari Monetary Authority of Singapore (MAS) yang mengharapkan bank digital baru mulai beroperasi dari awal 2022 setelah memenuhi prasyarat yang diperlukan Singapura, sebagai salah satu pusat keuangan top dunia.

 

Direktur pelaksana MAS Ravi Menon, mengharapkan Grab untuk berkembang bersama bank yang sudah ada dan meningkatkan standar industri dalam memberikan layanan keuangan yang berkualitas, terutama untuk bisnis dan individu yang saat ini kurang terlayani.

 

Selain MAS, para analis pasar keuangan perbankan Singapura juga mengatakan, perkembangan investasi Grab tersebut kemungkinan akan berdampak kecil pada pemegang saham DBS Group Holdings, Oversea-Chinese Banking Corp dan United Overseas Bank, meskipun pemegang lisensi dapat menggunakan kesempatan tersebut sebagai langkah dan upaya untuk memperluas ke pasar Asia Tenggara yang lebih besar.

 

Usaha Grab dan Sea yang telah berhasil memenangkan lisensi bank penuh digital yang memungkinkan grup itu untuk mengambil simpanan dari dan menawarkan layanan kepada pelanggan ritel dan non-ritel.

 

Selain itu, regulator perbankan Singapura juga turut berkomentar dengan menyatakan, afiliasi Alibaba Group, Ant Group, dan sebuah konsorsium yang terdiri dari Greenland Financial Holding Group China juga memenangkan lisensi wholesale banking digital.

 

Bank Digital Langkah Gojek dan Grab Hindari Bakar Uang

Fenomena Grab dan Gojek yang ngebut masuk ke bank digital disebut sebagai satu cara untuk tidak lagi melakukan strategi bakar uang. Sebab cara ini jauh lebih hemat dan menguntungkan dibanding melakukan promo dan diskon. Artinya, dunia perbankan digital menjadi satu fee base income dari top-up dompet digital. Dimana pendapatan dari isi ulang bisa menjadi pemasukan dari Grab dan Gojek.

 

Misal, setiap konsumen ride hailing melakukan top up melalui perbankan ada dikenakan berupa biaya fee sebesar Rp1000,-. Bila hal itu dikalikan dengan berapa ratus ribu top up. Maka dari itu, volume transaksi ke Gopay adalah fee Base income yang harusnya bisa jadi pendapatan ride-hailing apps.

 

Baca juga: PT Telkomsel Tanam Investasi di Gojek Sebesar Rp 2,1 Triliun

 

Sementara alasan terjadinya penurunan bisnis saat pandemi, menjadi satu sebab yang kuat mengapa kedua perusahaan decacorn ini mencoba untuk mengembangkan unit bisnis lain yang lebih menguntungkan, semisal payment dan paylater. Nah, dengan adanya suntikan modal kepada neo-bank atau bank digital, maka ekosistem keuangan yang dimiliki oleh provider digital wallet maupun fintek lending akan semakin kuat ke depannya dan lebih menguntungkan para pemilik saham.

 

Ingat, bank digital merupakan bank yang beroperasi tanpa cabang, memanfaatkan internet dan platform digital untuk mengumpulkan dana masyarakat melalui produk tabungan dan deposito, melayani transaksi keuangan dan sistem pembayaran serta menyalurkan kredit.

 

Alasan adanya tren integrasi saat ini yang mengarah ke vertikal, membuat aksi korporasi di bisnis perbankan mencaplok fintech ataupun sebaliknya. Tujuannya bisa saja, karena fintech lending kesulitan mengakses data perbankan khususnya yang berhubungan dengan data debitur atau SLIK (Sistem Layanan Informasi Keuangan) OJK yang selama ini aksesnya di miliki bank.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *