16 Aturan Saat Medan PPKM Darurat

Pemerintah RI secara resmi sudah memperluas Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di luar Pulau Jawa dan Bali yang mulai berlaku 12 Juli 2021. Langkah ini diambil untuk merespons adanya lonjakan Covid-19 dalam beberapa waktu terakhir, terutama melokalisir penyebaran Covid varian Delta.

 

Ada 15 daerah di luar Jawa-Bali yang akan diberlakukan PPKM Darurat, meliputi Kota Tanjung Pinang dan Batam (Kepulauan Riau), Kota Singkawang dan Pontianak (Kalimantan Barat), Kota Padang Panjang dan Bukittinggi (Sumatera Barat). Kemudian, Kota Bandar Lampung (Lampung), Kota Manokwari dan Sorong (Papua Barat), Kota Bontang, Balikpapan, Kabupaten Berau (Kalimantan Timur), Kota Padang (Sumatera Barat), Mataram (NTB), dan Kota Medan (Sumatera Utara).

 

Kamu sebagai warga Medan, sangat penting mengetahui apa saja aturan yang akan diberlakukan saat Medan PPKM darurat. Berikut 16 aturan lengkap PPKM Darurat Kota Medan-Sumut:

 

1) Pelaksanaan kegiatan pada sektor non esensial diberlakukan 100 persen Work From Home (WFH);

 

2) Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar seperti sekolah, perguruan tinggi, akademi, tempat Pendidikan atau Pelatihan dilakukan secara daring atau online;

 

3) Pelaksanaan kegiatan pada sektor esensial seperti keuangan dan perbankan, pasar modal, sistem pembayaran, teknologi informasi dan komunikasi, perhotelan non penanganan karantina Covid19, industri orientasi ekspor diberlakukan 50 persen Work From Office (WFO);

 

4) Pelaksanaan kegiatan pada sektor esensial pada sektor pemerintahan yang memberikan pelayanan publik yang tidak bisa ditunda pelaksanaannya diberlakukan 25 persen maksimal staf WFO dengan protokol kesehatan secara ketat;

 

5) Pelaksanaan kegiatan pada sektor kritikal seperti energi, kesehatan, keamanan, logistik dan transportasi, industri makanan, minuman dan penunjangnya, petrokimia, semen, objek vital nasional, penanganan bencana, proyek strategis nasional, konstruksi, utilitas dasar (listrik dan air), serta industri pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat sehari- hari diberlakukan 100 persen maksimal staf WFO dengan protokol kesehatan secara ketat;

 

6) Supermarket, pasar tradisional, toko kelontong dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari dibatasi jam operasional sampai pukul 20.00 waktu setempat dengan kapasitas pengunjung 50 persen;

 

7) Apotek dan toko obat dapat buka selama 24 jam;

 

8) Kegiatan makan/minum di tempat umum hanya diperbolehkan menerima delivery atau take away dan tidak menerima makan di tempat (dine-in);

 

9) Kegiatan pada pusat perbelanjaan/mal/ pusat perdagangan ditutup sementara, kecuali akses untuk restoran, supermarket, dan pasar swalayan dapat diperbolehkan dengan memperhatikan ketentuan jam operasional sampai pukul 20.00. Kapasitas pengunjung hanya 50 persen.

 

10) Pelaksanaan kegiatan konstruksi beroperasi 100 persen dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat.

 

11) Tempat ibadah (Masjid, Mushola, Gereja, Pura, Vihara, dan Klenteng serta tempat lainnya yang difungsikan sebagai tempat ibadah), tidak mengadakan kegiatan peribadatan/keagamaan berjamaah atau yang diikuti banyak jamaah selama masa penerapan PPKM Darurat dan mengoptimalkan pelaksanaan ibadah di rumah;

 

12) fasilitas umum (area publik, taman umum, tempat wisata umum dan area publik lainnya) ditutup sementara;

 

13) Transportasi umum (kendaraan umum, angkutan masal, taksi (konvensional dan online) dan kendaraan sewa/rental) diberlakukan dengan pengaturan kapasitas maksimal 70% (tujuh puluh persen) dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat;

 

Baca juga: PPKM Darurat Datang, Ini Aturan Untuk Naik Transportasi Online

 

14) Pelaku perjalanan domestik yang menggunakan mobil pribadi, sepeda motor dan transportasi umum jarak jauh (pesawat, bis dan kereta api) harus:

 

a) menunjukkan kartu vaksin (minimal vaksinasi dosis pertama);

b) menunjukkan PCR H-2 untuk pesawat udara serta Antigen (H1) untuk moda transportasi mobil pribadi, sepeda motor, bis, kereta api dan kapal laut;

c) berlaku untuk kedatangan dan keberangkatan dari dan ke Jawa dan Bali serta tidak berlaku untuk transportasi dalam wilayah aglomerasi sebagai contoh untuk wilayah Jabodetabek; dan untuk sopir kendaraan logistik dan transportasi barang lainnya dikecualikan dari ketentuan memiliki kartu vaksin.

 

15) Tetap memakai masker dengan benar dan konsisten saat melaksanakan kegiatan di luar rumah serta tidak diizinkan penggunaan face shield tanpa menggunakan masker.

 

Baca juga: PPKM Darurat Medan Diprediksi Bikin Penghasilan Ojol Semakin Menurun

 

16) Pelaksanaan PPKM Mikro di RT/RW Zona Merah tetap diberlakukan.

 

Demikian keenam belas aturan saat pemberlakuan PPKM Darurat Kota Medan pada tanggal 12 – 20 Juli 2021. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *